AKADEMI Parque Four menjadi tempat pertama Fernando Jose Torres Sanz menimba ilmu sepakbola. Meski berasal dari keluarga berada, pria kelahiran 20 Maret 1984 itu tidak segan mengejar mimpinya untuk menjadi pemain sepakbola profesional.
Bergabung pada usia lima tahun, Fernando Torres lantas pindah ke akademi Mario’s Holland ketika dua tahun lebih tua. Bakatnya kemudian diasah di klub Rayo 13 di mana dirinya mencetak 55 gol hanya dalam semusim pada usia 10 tahun.
Karier Fernando Torres tidak dimulai dari striker, melainkan dari penjaga gawang. Ketika bergabung dengan Parque Four dan Mario’s Holland, posisinya masih kiper. Peran tersebut dipilihnya karena sang kakak juga bermain sepakbola sebagai kiper.

(Torres saat membela tim junior Atletico Madrid. Foto: liverpoolecho)
Posisinya baru berpindah sebagai striker ketika berseragam Rayo 13. Usai mencetak 55 gol selama satu musim, ia mendapat kesempatan untuk trial di Atletico Madrid bersama dua pemain lainnya. Penampilannya mampu memikat pencari bakat Los Rojiblancos dan bergabung dengan akademi klub pada usia 11 tahun (1995).
Bergabungnya Fernando Torres bersama Atletico Madrid bagaikan impian yang terwujud. Sebab, pria kelahiran Fuenlabrada itu merupakan penggemar berat Atletico Madrid, kecintaan yang diwarisi oleh kakek dari pihak ibunya.