nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perjalanan Karier Raul hingga Disebut Pangeran Real Madrid

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Sabtu 24 Agustus 2019 08:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 23 51 2095777 perjalanan-karier-raul-hingga-disebut-pangeran-real-madrid-7cGs7wzQJh.jpg Raul melegenda bersama Madrid. (Foto: REUTERS)

RAUL Gonzalez adalah salah satu legenda Real Madrid yang sampai pensiun pun tampaknya masih diidolakan para fans dari klub tersebut. Meski tak pensiun di Real Madrid, namun pemain kelahiran San Cristobal, Madrid itu, tetaplah menjadi legenda Los Blancos –julukan Madrid.

Pengabdiannya selama 18 tahun (16 musim di tim senior dan 2 musim di tim junior) di Madrid tampaknya sudah sangat membekas di hati para pencinta klub tersebut. Jadi, wajar saja jika Raul disebut sebagai legenda Madrid. Bahkan ia dijuluki Pangeran Real Madrid sampai saat ini.

Raul Gonzalez

(Raul saat membela tim junior Atletico Madrid)

Akan tetapi, ternyata banyak yang tidak tahu sebelum membela Madrid, Raul pernah bermain bersama rival sekota Madrid, Atletico Madrid. Jadi awal ceritanya adalah Raul yang lahir pada 27 Juni 1977 di San Cristobal itu, mengawali karier sepakbolanya di klub lokal tempat kelahirannya tersebut pada usia 10 tahun, yakni di San Cristobal de Los Angeles.

Tak lama kemudian, sang ayah, Pedro Gonzalez, yang selalu mensupport Raul, memutuskan untuk membawa anaknya masuk ke akademi Atletico Madrid pada 1990. Pedro yang kala itu bekerja sebagai tukang listrik memang berperan sangat penting dalam awal karier Raul. Pedro bahkan rela menemani Raul latihan meski memiliki pekerjaan untuk memperbaiki listrik di area tempat tinggalnya tersebut.

Singkat cerita, Raul memenangkan gelar nasional bersama Atletico U-15. Namun, kala itu presiden Atletico justru menghapuskan tim mudanya karena ada masalah keuangan di klub tersebut. Alhasil, karena Raul sudah tak memiliki klub alias bebas transfer, ia pun memilih pindah ke tim rival abadi Atletico, yakni ke mana lagi kalau bukan Madrid pada 1992.

Saat bergabung ke Madrid, Raul terlebih dahulu bermain untuk Madrid U-17 selama semusim. Dua tahun berselang, atau pada Juli 1994 Raul dipercaya untuk bermain di Tim C Madrid. Namun, keberadaan Raul di tim C tidak terlalu lama dikarenakan ia langsung ditarik ke tim senior pada Oktober 1994.

Infografis Raul Gonzalez

Pelatih Madrid kala itu, Jorge Valdano, tampaknya sangat tertarik dengan Raul yang tampil memukau semenjak berada di tim junior klub tersebut. Tak lama setelah dipanggil ke tim senior, Raul pun akhirnya menjalani debutnya bersama Madrid pada 29 Oktober 1994. Kala itu Raul bermain di laga melawan Real Zaragoza dan membantu Madrid menang 3-2 meski tak menyumbangkan satu gol pun di pertandingan tersebut.

Selang seminggu setelahnya, tepatnya saat Madrid bersua Atletico, barulah Raul mencetak gol perdananya bersama Los Merengues –julukan Madrid. Setelah gol perdana ke gawang Atletico itu, maka dimulailah sejarah panjang 16 tahun Raul di Madrid hingga disebut sebagai legenda dari klub tersebut.

Selama 16 musim di Madrid, Raul menyumbangkan tiga gelar Liga Champions, 2 Piala Interkontinental, 1 Piala Super Eropa, 6 gelar Liga Spanyol, dan 4 Piala Super Spanyol. Ia pun menyandang status sebagai pencetak gol terbanyak Madrid karena mengoleksi 325 gol dari 741 pertandingan resmi dengan klub tersebut. Namun, catatan tersebut sudah dilampaui Cristiano Ronaldo beberapa tahun yang lalu.

Meski begitu, Raul tetaplah menjadi legenda di Madrid, meski dirinya tak pensiun di klub tersebut. Ya, Raul memang tidak pensiun di Santiago Bernabeu karena memutuskan untuk hengkang pada 2010 ke Schalke 04. Kepindahannya dari Madrid pun membuat orang bertanya-tanya, mengapa bisa seorang Pangeran Madrid dilepaskan begitu saja oleh pihak klub?

Lebih mirisnya lagi, perpisahan Raul dengan Madrid terjadi begitu saja tanpa ada sebuah acara spesial untuk melepaskan sosok paling diidolakan publik Santiago Bernabeu kala itu. Madrid seperti tak menghargai jasa Raul yang sudah membela klub tersebut selama 16 tahun lamanya.

Raul Gonzalez

Kendati begitu, hidup masih terus berlanjut. Raul langsung menfokuskan diri membantu Schalke tampil di Liga Jerman dari 2010 hingga 2012. Selama dua musim di Schalke, Raul tampak sangat dihargai di sana. Bahkan saat Raul memutuskan untuk pergi ke Al Sadd pada 2012, Schalke mengadakan sebuah perpisahan megah yang dihadiri para pendukung Schalke di Veltins-Arena. Raul yang mendapatkan perpisahan yang begitu luar biasa itu tampak tersentuh hingga matanya berkaca-kaca. Hal tersebut jelas berbanding terbalik saat dirinya ditendang dari Madrid.

Kembali ke Al Sadd. Raul berada di tim yang bermain di Liga Qatar itu selama dua musim saja, yakni dari 2012 hingga 2014. Setelah dari Al Sadd, Raul sempat tak memiliki klub, sebelum akhirnya bergabung dengan New York Cosmos pada Oktober 2014. Tak lama, tepatnya pada 16 November 2015, Raul akhirnya memutuskan untuk pensiun.

Kini, Pangeran Real Madrid itu sudah kembali lagi ke Madrid. Ia diberikan kepercayaan oleh klub untuk membesut RM Castilla, tim cadangan atau tim b dari skuad utama Madrid yang bermain di Segunda Division B (kasta ketiga Liga Spanyol). Patut dinantikan bagaimana kiprah Sang Matador Spanyol itu sebagai pelatih di RM Castilla.

1
3

Berita Terkait

Liputan Khusus

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini