Di Lazio, Nedved membuktikan dirinya layak untuk diperhitungkan. Ia mempersembahkan banyak trofi selama lima musim berada di sana. Salah satu trofi paling bergengsi yang didapat bersama Lazio adalah gelar juara Liga Italia pada 1999-2000.
Kepiawaian sang gelandang dalam mengolah si kulit bundar membuat Juventus kepincut dan mulai memberi penawaran. Nedved pun terbuai dengan bujuk rayu Juventus sehingga akhirnya memutuskan untuk menjadi bagian dari si Nyonya Tua –julukan Juventus. Di sana, Nedved semakin bersinar dan merengkuh banyak gelar untuk Juventus, termasuk dua gelar juara Liga Italia.

(Nedved bersinar bersama Juventus)
Sosok Nedved begitu disanjung saat berkarier di Juventus. Ia juga tampak begitu menikmati kariernya bersama klub berjuluk Bianconeri itu sehingga akhirnya memutuskan gantung sepatu di sana pada 2009. Nedved pun kini menjadi legenda dari klub raksasa asal Italia tersebut.
Hingga memutuskan untuk pensiun, Nedved telah meraih 15 gelar juara yang diraih bersama Juventus, Lazio, dan Sparta Praha. Di Juventus, ia merengkuh dua gelar juara Liga Italia, satu gelar Piala Super Italia, serta satu gelar Serie B. Kemudian, di Lazio, Nedved mempersembahkan satu gelar Liga Italia, dua gelar Coppa Italia, dua gelar Piala Super Italia, satu gelar Liga Italia, dan satu gelar Piala Super UEFA.
Tak hanya di Italia, ia juga menorehkan prestasi gemilang saat memperkuat klub Republik Ceko. Bersama Sparta, Nedved meraih empat gelar, di mana satu di antaranya diraih di liga utama Republik Ceko. Ayah dari Anna dan Pavel ini juga meraih berbagai prestasi individu, salah satunya Ballon dOr pada 2003.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.