Penyebab Bus Persija Jakarta Dilempari Oknum Suporter PSM Makassar

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Minggu 28 Juli 2019 20:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 28 49 2084699 penyebab-bus-persija-jakarta-dilempari-oknum-suporter-psm-makassar-82LJHa7Y1j.jpg Skuad Persija Jakarta. (Foto: laman resmi Persija)

MAKASSAR – Pertandingan final leg II Kratingdaeng Piala Indonesia 2018 yang mempertemukan antara PSM Makassar melawan Persija Jakarta telah resmi ditunda oleh PSSI. Tertundanya partai puncak tersebut dikarenakan Persija menolak untuk bermain di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging, Makassar, pada Minggu (28/7/2019) sore WIB tadi.

Keamanan menjadi alasan utama mengapa Macan Kemayoran –julukan Persija– menolak untuk melanjutkan pertandingan leg kedua Piala Indonesia tersebut. Setelah sebelumnya bus Persija diserang dengan dilempari batu oleh beberapa oknum pendukung PSM, tim besutan Julio Banuelos itu pun tampaknya juga meragukan pengamanan di stadion nanti. Sebab itulah mereka tak mau pergi ke Stadion Andi Mattalatta Mattoanging.

Baca Juga: Persija Menolak Bermain, Final Leg II Kratingdaeng Piala Indonesia 2018 Ditunda

Laga PSM vs Persija di final leg kedua Piala Indonesia resmi ditunda

Melihat sikap Persija itu, perwakilan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), yakni Kombes Pol Dicky Sondani, mengaku seharusnya Macan Kemayoran tak perlu khawatir. Pasalnya ia menyebutkan pengamanan di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging sudah sangat baik.

Dicky menyampaikan sejumlah 4000 personel diturunkan untuk mengamankan laga leg kedua final Piala Indonesia tersebut, yang terdiri dari gabungan Polrestabes Makassar, Polres Gowa, Polres Pangkep, Polres Maros, Polres Takalar, dan Polres Pelabuhan. Jadi dengan semua itu Dicky mengatakan keamanan sudah sangat maksimal di area stadion.

Terbukti, Dicky mengatakan ketika pengumuman laga ditunda terjadi, para suporter PSM keluar dari area stadion dengan tertib tanpa melakukan tindakan yang anarkis. Hal itu dikarenakan pengamanannya memang sudah sangat ketat.

“Polda Sulsel beserta jajaran Polrestabes Makassar, Polres Gowa, Polres Pangkep, Polres Maros, Polres Takalar dan Polres Pelabuhan sejumlah 4000 personel sudah melakukan pengamanan secara maksimal. Kalau ada pihak yg menyatakan situasi tidak aman adalah hoaks. Polda Sulsel berhasil meredam kekecewaan penonton yang sudah membayar karcis, namun mereka tidak berbuat anarkis,” ujar Dicky, seperti laporan yang didapatkan Okezone, Minggu (28/7/2019).

Untuk kasus pelemparan batu ke bus Persija, Dicky mengatakan itu terjadi karena tersulutnya emosi dari para pendukung PSM yang tak kebagian tiket. Karena ketika kejadian itu berlangsung, sedang ada penjualan tiket di area stadion.

Persija Jakarta vs PSM Makassar di final leg I Piala Indonesia 2018

Mudahnya lemparan batu mengenai bus persija oleh para oknum pendukung PSM yang sedang emosi karena tak kebagian tiket itu disebut Dicky karena tak ada pengawalan khusus dari pihak kepolisian. Menurut pemaparan Dicky, ketika kejadian itu terjadi Persija memang menolak untuk diberikan kawalan khusus oleh kepolisian setempat. Sebab itulah sangat mudah bus Persija diserang.

“Kalau kemarin ada pelemparan bus persija oleh beberapa supporter psm karena mereka kecewa tidak mendapatkan tiket. Kebetulan ada bus persija lewat, dilampiaskan ke bus tersebut,” sambungnya.

“Mengapa Rombongan tim Persija berjalan tidak dikawal polisi? karena (kejadian itu) di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh tim Persija sendiri. Polda sudah menawarkan pengawalan kemanapun tim Persija berjalan, namun mereka tidak mau setiap event dikawal. Mereka sudah tetapkan jadwal pengawalan oleh Polri. Saat hari sabtu polrestabes sedang mengamankan penjualan tiket yang ricuh karena banyak supporter yg harus beli tiket dari calo,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini