NYON – Rasisme masih menghantui dunia sepakbola Eropa. Terbaru, penyerang muda Juventus Moise Kean menjadi sasaran cemoohan bernada rasisme oleh suporter Cagliari. Presiden Federasi Sepakbola Eropa (UEFA), Aleksander Ceferin, langsung mengambil tindakan tegas.
Pria berusia 51 tahun itu akan meminta semua wasit UEFA untuk langsung menghentikan pertandingan sepakbola bila terdengar nyanyian bernada rasisme. Ceferin yakin momen ketika pertandingan dihentikan, seisi stadion akan menghukum langsung pelaku.
Ia meminta agar semua wasit tidak perlu takut untuk bertindak dengan menghentikan pertandingan. Meski begitu, Ceferin yakin tidak perlu ada sanksi yang lebih tegas untuk mencegah rasisme daripada yang sudah berlaku sekarang.

(Baca juga: FA Sambut Baik Penyelidikan UEFA terhadap Kasus Rasis Fans Montenegro)
“Momen di mana pertandingan dihentikan, atau tidak dimainkan, saya yakin 90% dari orang normal di stadion akan menendang orang-orang idiot ini. Ini adalah tahun 2019, bukan 100 tahun lalu,” tutur Aleksander Ceferin, mengutip dari BBC, Kamis (4/4/2019).
“Kami akan berbicara lagi kepada para wasit, meminta mereka untuk percaya diri, dan tak perlu takut bertindak. Ini adalah masalah yang besar, tidak hanya di timur tetapi juga seluruh Eropa. Ini bukan masalah bangsa, melainkan orang-orang intoleran,” tukas pria asal Slovenia tersebut.
Aleksander Ceferin menambahkan, hukuman yang berlaku saat ini sudah cukup tegas untuk menindak rasisme. Namun, jika sudah menjadi masalah kronis, maka sebuah klub atau bahkan tim nasional (timnas) bisa saja dikeluarkan dari kompetisi, yang merupakan pilihan sanksi terakhir.
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.