Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Pemain Naturalisasi yang Berpotensi Bersinar di Piala AFF 2018

Ramdani Bur , Jurnalis-Kamis, 08 November 2018 |11:03 WIB
5 Pemain Naturalisasi yang Berpotensi Bersinar di Piala AFF 2018
Etheridge saat membela Cardiff City di Liga Inggris 2018-2019. (Foto: Fox Sports)
A
A
A

PIALA AFF 2018 mulai bergulir pada hari ini, Kamis (8/11/2018) malam WIB. Sebanyak 10 negara bersaing demi merebut supremasi sepakbola tertinggi di Asia Tenggara, yakni trofi Piala AFF.

Demi merebut gelar juara, segala cara dilakukan oleh sebuah tim, termasuk melakukan naturalisasi pemain. Menaturalisasi pemain merupakan cara instan bagi sebuah tim untuk meraih prestasi. Singapura pernah melakukannya, yang mana mereka menjadi jawara Piala AFF 2004, 2007 dan 2012 bermaterikan pemain naturalisasi.

Di Piala AFF 2018, sejumlah negara menggunakan jasa pemain naturalisasi. Bahkan negara sekelas Thailand pun melakukannya. Sekarang yang jadi pertanyaan, pemain naturalisasi mana saja yang berpotensi bersinar di Piala AFF 2018?

Berikut 5 pemain naturalisasi yang berpotensi bersinar di Piala AFF 2018:

5. Philip Roller (Thailand)

Roller

Roller yang berposisi sebagai pemain belakang, lahir di Kota Munich, Jerman, pada 10 Juni 1994. Ia memiliki ayah berkewarganegaraan Jerman, dan ibu Thailand. Karena tinggal di Jerman, Roller yang kini berusia 24 tahun sempat membela klub-klub Jerman seperti TSV Grunbach dan SVN Zweibrucken.

Ia juga sempat membela FC Eislingen, SSV Ulm, Grasshoppers dan Stuttgarter Kickers. Kemudian pada pertengahan 2017, Roller hengkang ke klub asal Thailand, Ratchaburi FC. Sejak saat itu, kualitas Roller pun dapat dipantau secara langsung, sehingga sudah mengemas lima caps bersama Thailand. Penampilan terbarunya saat Thailand menang 1-0 atas Hong Kong pada 11 Oktober 2018.

4. Alberto Goncalves (Indonesia)

Irfan Jaya Tampil Cemerlang, Indonesia Menang Telak atas Myanmar

Beto mendapat kewarganegaraaan Indonesia ketika usianya sudah menginjak 37 tahun. Meski sudah berusia 37 tahun, skill penyerang asal Brasil itu masih mentereng. Terbukti dalam dua uji coba terakhir yang dijalani Indonesia kontra Myanmar dan Hong Kong, penyerang Sriwijaya FC itu masing-masing mencetak satu gol.

Kemudian saat tampil di Asian Games 2018 bersama Timnas Indonesia U-23, pemain yang sudah merumput di Indonesia sejak 2008 itu mampu mengoleksi empat gol. Karena itu, posisi ujung tombak dalam pola 4-2-3-1 racikan Bima Sakti sudah pasti jatuh ke tangan Beto.

3. Philip Younghusband (Filipina)

Phil Younghusband

Younghusband bukan nama asing bagi pencinta sepakbola Indonesia. Penyerang keturunan Inggris-Filipina itu sudah empat kali bertemu Indonesia di Piala AFF, tepatnya dua kali pada 2010, dan masing-masing satu kali di edisi 2014 dan 2016.

Pemain yang pernah membela tim junior Chelsea itu terkenal sangat piawai dalam memanfaatkan peluang sekecil apa pun di muka gawang lawan. Karena itu, Thailand, Indonesia, Singapura dan Timor Leste wajib waspada kepada Younghusband. Sekadar diketahui, Filipina satu grup bersama mereka di Piala AFF 2018.

2. Stefano Lilipaly (Indonesia)

Stefano Lilipaly

Lilipaly sejak 2013 mendapat kewarganegaraan Indonesia. Sejak saat itu, gelandang berusia 28 tahun itu sudah 15 kali membela Timnas Indonesia di level senior, dengan koleksi dua gol. Peran Lilipaly juga sangat terlihat saat membela Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018. Di ajang empat tahunan tersebut, Lilipaly mengemas empat gol.

Dalam pola 4-2-3-1 racikan Bima Sakti, pesepakbola keturunan Belanda itu akan beroperasi sebagai second striker, menyokong penyerang tunggal Beto Goncalves. Kombinasi Lilipaly-Beto berpotensi besar merepotkan seluruh lini pertahanan lawan Indonesia di Piala AFF 2018.

1. Neil Etheridge (Filipina)

Neil Etheridge

Pemain naturalisasi yang memiliki nama paling besar. Bagamana tidak, kiper berusia 28 tahun itu saat ini tercatat sebagai kiper utama klub Liga Inggris, Cardiff City. Bersama Cardiff di Liga Inggris 2018-2019, Etheridge sudah turun di 11 pertandingan dengan raihan dua clean sheet.

Pengalaman mentas di level sepakbola atas membuat para juru gedor butuh usaha ekstra untuk membobol gawang Etheridge. Apalagi di Piala AFF 2018, Filipina ditangani pelatih sekaliber Sven-Goran Eriksson yang paham betul mengorganisasi pertahanan dan permainan secara benar.

(Ramdani Bur)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement