CARACAS – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menyindir Cristiano Ronaldo yang pernah tersangkut masalah pajak. Maduro menyebut penggelapan pajak adalah suatu tindak kriminal yang wajib dihindari.
Pajak besar yang ada di Spanyol membuat Ronaldo pernah melakukan penggelapan pajak dalam kurun 2011-2014 sebesar 14,7 juta euro (Rp247 miliar). Ronaldo awalnya sempat membantah telah melakukan penggelapan pajak.

(Ronaldo tinggalkan Madrid karena masalah pajak? Foto: REUTERS)
Pada akhirnya, Ronaldo mengaku bersalah dan diwajibkan membayar denda 18 juta euro (Rp312 miliar) plus hukuman penjara selama dua tahun. Akan tetapi, sesuai peraturan yang ada di Spanyol, seseorang tidak mesti menjalani hukuman kurungan penjara jika hukumannya tidak lebih dari 24 bulan atau dua tahun.
Karena itu, Ronaldo pun terhindar dari hukuman kurungan penjara. Sebenarnya, bukan hanya Ronaldo penggiat sepakbola yang terkena kasus pajak di Spanyol. Rival abadi Ronaldo yakni Lionel Messi (Barcelona) dan pelatih Manchester United, Jose Mourinho, juga pernah melakukannya.
BACA JUGA: Bukan Neymar Pengganti Ideal Cristiano Ronaldo di Madrid
Mereka melakukannya untuk satu hal, yakni menghindari pajak besar yang ditetapkan pemerintah Spanyol. Karena itulah, pada akhirnya Ronaldo memutuskan meninggalkan Spanyol dan memilih melanjutkan karier di Italia bersama Juventus.
Di Italia, Ronaldo hanya diwajibkan membayar denda sebesar 100 ribu euro (Rp1,7 miliar) per tahun. Hal itu berbeda dengan di Spanyol yang setidaknya Ronaldo harus mengeluarkan 3,5 juta euro (Rp60,6 miliar) per tahun.

(Maduro sindir Ronaldo. Foto: REUTERS)
“Penggelapan pajak adalah salah satu kejahatan paling serius di Amerika Serikat dan Eropa. Lihatlah Cristiano Ronaldo yang memutuskan meninggalkan Spanyol, setelah membayar pajak tidak sesuai yang ditetapkan pemerintah Spanyol. Hal itulah mengapa ia berisiko untuk dipenjara,” kata Maduro mengutip dari Calciomercato, Jumat (7/9/2018).
(Ramdani Bur)