5 Alasan Manchester United Masih Bisa Juara Liga Inggris 2017-2018, Nomor 1 Modal Utama

Ramdani Bur, Jurnalis · Senin 25 Desember 2017 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 24 45 1835334 5-alasan-manchester-united-masih-bisa-juara-liga-inggris-2017-2018-nomor-1-modal-utama-j1rp2WFNoJ.jpg Man United masih berpeluang lewati Man City. (Foto: REUTERS/Carl Recine)

MANCHESTER United tampi lumayan di Liga Inggris 2017-2018. Hingga melewati 19 pertandingan, The Red Devils –julukan Man United– mengoleksi 42 angka. Biasanya, koleksi 42 angka sudah cukup bagi sebuah tim untuk memimpin klasemen dan merebut status juara paruh musim. Ambil contoh di musim 2015-2016. Ketika keluar sebagai juara paruh musim setelah melalui 19 pertandingan, Arsenal hanya mengoleksi 39 poin.

Namun, musim 2017-2018 menjadi pengecualian. Koleksi 42 poin belum cukup membawa The Red Devils keluar sebagai juara paruh musim. Tim asuhan Jose Mourinho hanya menduduki posisi dua. Sebenarnya dengan menduduki posisi dua, peluang Man United menjadi juara masih terbuka.

Akan tetapi setelah melihat jurang poin yang besar dengan Manchester City di puncak klasemen, banyak pihak meragukan Man United akan menjuarai Liga Inggris 2017-2018. Saat ini Man City memuncaki klasemen dengan koleksi 55 angka, unggul 13 poin dari Man United di posisi dua.

Meski begitu, tidak ada yang mustahil di sepakbola. Masih ada peluang bagi Man United menyalip Man City dan keluar sebagai juara Liga Inggris 2017-2018. Setidaknya ada lima alasan mengapa Man United masih bisa kampiun. Apa saja?

Berikut 5 alasan Manchester United masih bisa juara Liga Inggris 2017-2018, mengutip dari Sportskeeda:

5. Fokus Manchester City Terganggu dengan Liga Champions

(Foto: REUTERS/Darren Staples)

Baik Man City dan Man United memang masih sama-sama mentas di Liga Champions. Namun, Man United diyakini lebih bisa membagi fokus ketimbang The Citizens –julukan Man City. Hal itu kembali ke tradisi. Sepanjang sejarah berdirinya klub, Manchester Biru belum pernah menjuarai Liga Champions. Hal itu membuat fokus mereka terpecah, antara ingin memenangi trofi Liga Inggris atau Liga Champions.

Ketika melaju jauh hingga semifinal Liga Champions 2015-2016, prestasi Man City tak cukup baik di ajang domestik. Pada Liga Inggris 2015-2016, mereka hanya finis di posisi empat dengan koleksi 66 poin. Karena itu, jika Man City melaju jauh di Liga Champions musim ini, bukan tak mungkin prestasi mereka di Liga Inggris akan menurun. Sementara itu, Man United memiliki pengalaman dengan menjuarai Liga Champions dan Liga Inggris secara bersamaan, tepatnya pada 1998-1999 dan 2007-2008.

4. Pesaing Lain Miliki Masalah

(Foto: Facebook Chelsea)

Bisa dibilang perebutan trofi juara Liga Inggris 2017-2018 tinggal melibatkan Man City dan Man United. Sebab klub kuat lain memiliki masalah yang sama satu lain: inkonsistensi. Chelsea yang tampil superior musim lalu beberapa kali takluk dari klub minor. Sebut saja Crystal Palace, Burnley dan West Ham United.

Sementara itu, Liverpool masih memiliki lubang menganga di pertahanan. Percuma memiliki daya serang luar biasa, jika lubang di pertahanan masih terbuka. Untuk Tottenham Hotspur, fokus tim asuhan Mauricio Pochettino bisa dibilang sedang terpecah. Mereka ingin melaju jauh di Liga Champions. Terbukti ketika mereka terseok-seok di Liga Inggris, Harry Kane dan kawan-kawan justru mampu mengalahkan Real Madrid di Liga Champions.

Arsenal? Mereka sedang diributkan dengan masalah internal, yang mana beberapa pemain seperti Mesut Ozil dan Alexis Sanchez sedang berupaya angkat kaki dari Emirates Stadium.

3. Man United Miliki Personel Nomor Wahid

(Foto: Oli Scarff/AFP)

Man United saat ini dihuni pemain-pemain dengan kualitas nomor satu. Sebut saja Paul Pogba, Romelu Lukaku hingga Zlatan Ibrahimovic. Belum lagi pemain-pemain muda bertalenta macam Marcus Rashford dan Anthony Martial yang siap meneror pertahanan lawan.

Kombinasi Pogba dan Nemanja Matic di lini sentral, membuat permainan Man United sama baiknya dalam hal menyerang dan bertahan. Keberadaan kedua pemain itu membuat Man United bisa memainkan dua gaya berbeda, penguasaan bola maupun serangan balik. Dua pola permainan itu tetap bermuara kepada Lukaku yang telah mencetak 10 gol di Liga Inggris 2017-2018.

2. Manchester City Masih Bisa Terpeleset

(Foto: REUTERS/Daren Staples)

Man City memang menang di 17 pertandingan terkini di Liga Inggris, namun hasil di musim lalu menunjukkan bahwa Sergio Aguero dan kawan-kawan bisa terpeleset. Musim lalu, Man City sempat memenangi enam laga pembuka. Akan tetapi setelah takluk 0-2 dari Tottenham Hotspur pada pekan ketujuh, performa tim asuhan Josep Guardiola cenderung menurun. Dalam dua laga setelahnya, Man City hanya meraih hasil imbang.

Bukan tak mungkin jika sekali saja terpeleset, mental skuad Man City bisa terganggu layaknya musim lalu. Musim ini performa Man City pun tidak istimewa. Ketika mengalahkan Bournemouth, West Ham United, Southampton dan Huddersfield Town, Man City membutuhkan gol di pengujung pertandingan untuk menyegel tiga poin.

1. Kenangan Indah di Liga Inggris 1995-1996