CRISTIANO Ronaldo remaja tampil memesona saat Sporting Lisbon bermain imbang 1-1 dengan Olympique Lyon dan 2-2 kontra Paris Saint-Germain (PSG) dalam uji coba pramusim 2002-2003. Meski bermain memukau, Ronaldo belum puas dengan permainannya tersebut.
“Mereka belum melihat Ronaldo yang sesungguhnya. Ini hanya sebuah permulaan,” kata Ronaldo yang saat itu baru berusia 17 tahun, mengutip dari buku The Obsession For Perfection karangan Luca Caioli, Jumat (7/7/2017).
Beberapa hari berselang atau tepatnya pada 3 Agustus 2017, Sporting mengadakan laga uji coba kontra klub Liga Spanyol, Real Betis. Los Verdiblancos –julukan Betis– saat itu dihuni pemain-pemain top macam Denilson, Marcos Assuncao hingga Joaquin Sanchez.
Meski begitu, Sporting yang dimotori Mario Jardel tidak gentar. Pada laga tersebut, Ronaldo remaja hanya duduk dibangku cadangan. Ia baru dimasukkan menggantikan Rui Bento pada menit 77, atau ketika Sporting unggul 2-1 atas Betis.
Akan tetapi setelah Ronaldo masuk, Betis asuhan Victor Fernandez justru mampu menyamakan kedudukan 2-2 via gol Alfonso Perez. Skor 2-2 nyatanya tidak membuat pelatih Sporting, Laszlo Boloni puas.