Dilanjutkan Hartono, pada babak kedua tak ada arahannya untuk bermain bertahan. Karena pertahanan terbaik adalah menyerang. Tapi tak dipungkiri, cuaca panas di Pontianak saat itu membuat anak asuhnya keteteran. Terlebih di babak kedua tampak sekali stamina anak asuhnya menurun.
"Walau begitu kami masih beruntung bisa mencuri tiga poin di sini. Namanya curi bisa sedikit bisa banyak. Ini jadi modal kami untuk menghadapi pertandingan selanjutnya," ujar pria yang pernah bilang tahu diri saat berada di kandang lawan.
Pada babak kedua, barulah Persipon bisa membobol gawang Sragen United yang digawangi Andi Setiawan, melalui kaki Amirul Syafaat dimenit 54. Usai terciptanya gol itu, gelombang serangan asuhan Inyong Lolombunan terus menggempur pertahanan Sragen United.
Terlebih saat Herlis dan Muhamad Rian Firmansyah masuk, daya gebrak Persipon semakin menjadi. Sehinggga Sragen hanya diberi kekuasaan sepertiga lapangan. Namun sialnya sore itu, hingga peluit berakhirnya pertandingan ditiup, skor tak berubah, tetap 1-2 untuk kemenangan Sragen United.
Dalam laga sarat emosi itu, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji beserta wakilnya, Edo Rusdi Kamtono ikut hadir mendukung tim kebanggaan Kota Pontianak yang pada akhirnya kalah tersebut. Sebelumnya, dalam kesempatan pergantian babak, Sutarmidji memberikan bantuan dana dari PNS Pemerintah Kota sebesar Rp250 juta.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.