VICTOR Jacobus Hermans diberi beban tinggi ketika ditunjuk sebagai pelatih Timnas Futsal Indonesia oleh Federasi Futsal Indonesia (FFI). Pelatih berusia 64 tahun itu ditargetkan membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia Futsal 2020.
Berbekal pengalaman membawa Hong Kong, Malaysia, Iran dan Thailand tampil di turnamen empat tahunan itu, membawa Vic Hermans optimis mampu melakukannya bersama Indonesia.
Tidak hanya catatan mentereng di masa lampau, juru taktik berpaspor Belanda juga melihat ada titik cerah setelah melihat pemain-pemain muda Timnas Futsal Indonesia U-20.
Vic Hermans bertekad menjadikan pemain binaannya di Timnas Futsal Indonesia U-20 untuk menjadi andalan di timnya dalam beberapa tahun ke depan. Seberapa besar keyakinan Vic Hermans demi mencapai misi yang ditetapkan FFI? Berikut ini wawancara eksklusif Okezone bersama Vic Hermans:
1. Jika Anda terus dipercaya sebagai pelatih Timnas Futsal Indonesia, apa Anda yakin membawa Timnas Futsal Indonesia lolos ke Piala Dunia Futsal 2020?
Saya percaya kami bisa melakukannya karena mempunyai pemain serta talenta yang memiliki potensi untuk mewujudkan hal itu. Tahun depan, ada Piala Asia 2018 yang merupakan Kualifikasi Piala Dunia. Karena itu, kami memiliki waktu dua tahun untuk mewujudkan hal itu.
2. Dalam tiga tahun terakhir, Liga Futsal Indonesia (Blend Futsal Profesional) mengalami perkembangan. Terkhusus di 2017, yang mana jumlah pertandingan juga meningkat. Bagaimana pandangan Anda soal Blend Futsal Profesional 2017?
Organisasi Blend Futsal Profesional (BFP) 2017 sangat sempurna. Setiap minggu, tiap tim akan melakoni dua pertandingan di satu kota. Bahkan, antusiasme penonton sangat luar biasa. Saya mengetahui hal itu karena pernah menyaksikan langsung pertandingan.
Di Thailand, kompetisi futsal dilangsungkan di kota yang memiliki klub futsal dan dilakukan format home and away. Namun, jika tipe home and away dilakukan di Indonesia, hal itu sangat memberatkan klub karena membutuhkan biaya besar, mengingat besarnya geografis Indonesia.
Liga sangat penting bagi pemain. Jangan berpikir hanya dengan berlatih, Anda dapat tampil luar biasa, tidak Anda butuh kompetisi. Dengan liga yang makin kompetitif, kami semakin berpeluang tampil di Piala dunia
3. Indonesia gagal melaju di fase grup AFF Futsal 2016. Menurut Anda, apa yang salah saat itu sehingga Bayu Saptaji dan kawan-kawan gagal meraih hasil optimal?
Indonesia kurang beruntung saat dikalahkan Myanmar dan Malaysia. Selain itu, para pemain juga terlihat nervous.
Padahal di futsal, satu menit adalah waktu yang sangat panjang. Saat itu para pemain terlihat terburu-buru, padahal jika sedikit bersabar, hasilnya mungkin akan berbeda.
4. Kami mendapat kabar, Anda menyukai tipe pemain lincah seperti Bayu Saptaji dan Ardiansyah Runtuboy. Apa itu benar?
Saya suka pemain yang bisa bekerja sama. Ardiansyah memiliki talenta, tapi talenta tak bisa memenangi pertandingan. Kenapa? karena pemain harus bekerja sama untuk mencapai kejayaan. Di Indonesia, pemain yang memiliki skill sangat disukai. Namun, saya tidak menyukai hal itu.
Saya suka pemain yang efektif. Saya menyukai pemain yang bisa mengontrol pertandingan dan mampu bekerja sama baik dengan pemain lain.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.