REAL MADRID dikenal sebagai tim yang memeragakan permainan atrakftif. Bahkan, ketika ditangani Jose Mourinho (2010-2013) yang dikenal sebagai pelatih pragmatis, Los Blancos –julukan Madrid– konsisten mencetak 100 gol di setiap musimnya.
Ketika mulai ditangani Zinedine Zidane pada Januari 2016, permainan Madrid masih seperti musim-musim sebelumnya. Hampir di setiap pertandingan Madrid mendominasi penguasaan bola dan mencetak peluang lebih banyak ketimbang lawan.
Namun, pengecualian terjadi ketika Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan harus menghadapi sang rival yakni FC Barcelona. Tim asal Katalunya itu dikenal sebagai tim yang juga mendewakan penguasaan bola.
Dihuni pemain-pemain berskill tinggi macam Lionel Messi, Luis Suarez, Neymar da Silva dan Andres Iniesta, hal yang “bodoh” jika suatu tim bermain terbuka untuk meladeni Blaugrana –julukan Barcelona. Hal itu pernah dilakukan Mou –sapaan akrab Mourinho– di musim pertama menangani Madrid pada 2010-2011.
Mengetahui memiliki skuad jempolan, Mou berani meladeni Barca dengan bermain terbuka. Hasilnya? Barca menghancurkan Madrid dengan skor 5-0! Semenjak momen itulah, semua pelatih Madrid yang meneruskan estafet Mou, mulai dari Carlo Ancelotti, Rafael Benitez dan Zidane selalu menerapkan pola serangan balik ketika bersua Barca.
Hasilnya memang tak selalu positif, buktinya Benitez sempat membuat Madrid dikalahkan Barca 0-4 di Santiago Bernabeu di pertemuan pertama La Liga 2015-2016. Namun, di pertemuan kedua, Zizou –sapaan akrab Zidane– yang menggantikan posisi Benitez, sukses mematikan permainan Barca dan berhasil membawa Madrid menang 2-1 di Estadio Camp Nou.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.