Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Si 'Manusia Singa' yang Setia Mendukung Arema (1)

Hari Istiawan , Jurnalis-Rabu, 06 April 2016 |12:15 WIB
Si 'Manusia Singa' yang Setia Mendukung Arema (1)
Anwar selalu setia mendukung Arema. (Foto: Okezone/Hari Istiawan)
A
A
A

MALANG - Gemuruh suara Aremania yang memadati Stadion Kanjuruhan Malang memompa semangat Tim Singo Edan saat menjamu Sriwijaya FC, di laga semifinal Piala Bhayangkara, 31 Maret 2016. Gol tunggal Alfarizi di menit 45 mampu membawa Arema melenggang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, untuk melawan Persib Bandung di laga final, 4 April 2016.

Ada sedikit kejanggalan dalam laga final tersebut. Meski menang 2-0 dalam pertandingan final, si ‘manusia singa’ yang biasanya mendukung Arema di mana pun bermain tidak tampak. Hampir di semua pertandingan Arema, sosok satu ini memang tak pernah absen.

Dengan gaya khasnya, kostum singa dan jersey Arema selalu menempel di tubuhnya. Kepala singa yang garang juga dikenakan di kepalanya. Bobot kepala singa ini memang sekira 1,5 kilogram, namun tidak sembarang orang mampu membawa kepala singa ini.

“Pernah kepala singa ini diminta Yuli Sumpil (dirijen Aremania), saya bilang, kalau kuat memakai ini lima menit saja kamu ambil,” ujar Anwar Sudarnadi, si ‘manusia singa’ yang mulai terkuak identitasnya ke publik tahun sekira tahun 2005.

Bapak tiga anak ini bukan tanpa sengaja tidak hadir di SUGBK waktu laga final, ia sudah berencana mendukung Arema dengan anaknya berangkat secara individu. Namun, karena aktivitas pekerjaannya belum rampung sehingga terpaksa dibatalkan. “Meski bukan pertandingan kompetisi, tapi melihat di televisi terenyuh juga tidak hadir,” ujarnya.

Sejak era 1990-an, banyak orang bertanya-tanya siapa sosok di balik topeng kepala singa yang selalu muncul di pertandingan Arema. Baik sejak Stadion Gajayana yang menjadi kandang Singo Edan hingga di Stadion Kanjuruhan. Gayanya juga unik, sebelum pertandingan mulai, ‘manusia singa’ ini selalu memutari pinggir lapangan, dan selalu berhenti di belakang gawang lawan.

Kata orang, ada maksud tertentu yang dilakukan bapak bernama lengkap Anwar Sudarnadi ini. Saat Okezone mengunjungi rumahnya di Jalan Candi, blok 2 RT 9/RW 2, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pria berusia 60 tahun ini tampak ramah. Senyum sapa ramah menyambut. Di dinding ruang tamu juga terpajang beberapa foto dirinya bersama para pemain Arema di Stadion Gajayana. Foto-foto kenangan bersama pelatih juga tertempel di dinding ruang tamu.

Sepanjang 24 tahun terakhir, dirinya selalu setia dengan gaya khasnya dalam mendukung tim kesayangannya, Arema, baik di kandang maupun bermain di luar Malang. Ia mengaku sejak tahun 1991-an dirinya mengenakan kostum singa lengkap dengan kepala singa. Bahkan, selama 90 menit pertandingan kostum itu tak pernah dia lepas. Meski akhir-akhir ini sudah tidak kuat lagi megenakan kostum itu berlama-lama.

Kostum ini terdiri dari celana panjang berwarna kecoklatan, jersey Arema berwarna biru dengan logo Garuda atau lambing Negara Indonesia di dadanya. Kepala singa yang terbuat dari bubur kertas juga dibuat dirinya sendiri. “Karena saya suka sepak bola dan kebetulan warga Malang,” katanya ketika ditanya kesetiaannya mendukung tim Singo Edan yang baru menjadi juara Piala Bhayangkara. (Bersambung)

(Ramdani Bur)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement