RAHASIA keberhasilan negara-negara elit Eropa merajai turnamen Eropa dan Piala Dunia pada dekade 1970-an akhirnya terungkap. Total Football adalah salah satu strategi yang kerap diterapkan tim-tim nasional Eropa saat itu. Total Football merupakan startegi unik di mana setiap pemain tidak memiliki posisi tetap dalam sebuah pertandingan. Hal tersebut bertujuan membingungkan tim lawan.
Dalam penerapannya, Total Football berfokus pada dominasi penguasaan bola. Para pemain akan mencoba membawa dan mengoper bola selama mungkin. Saat tim lawan berusaha merebutnya maka pemain tersebut akan mengoper ke pemain lain yang sudah berada di posisi yang tepat untuk mencetak gol.
Ada tiga prinsip utama dalam Total Football, yakni menjauhkan bola dari gawang sendiri, mencegah tim lawan melakukan operan dengan cara menekan pergerakan mereka secara agresif, dan menghambat pergerakan striker lawan. Bagi pemain bertahan, mereka bertugas merebut bola dari tim lawan dan segera mengopernya.
Salah satu tim yang sukses menerapkan Total Football dan berhasil menyita perhatian dunia adalah Tim Nasional Belanda saat berlaga di Piala Dunia 1974. Selain Tim Nasional Belanda, pelatih Ajax Amsterdam periode 1946–1958, Rinus Michels, dikenal sukses menerapkan strategi ini.
Michels melatih skuadnya untuk dapat menjadi pemain serbabisa. Kerja sama adalah kunci utama penerapan strategi ini. Johan Cruyff dan Johan Nerskeens adalah dua pemain yang sukses menjalankan Total Football di tubuh Ajax Amsterdam pada era itu.
Selain Tim Nasional Belanda, Tim Nasional Jerman juga berhasil menerapkan strategi ini di ajang Piala Dunia 1974 dan sukses menyabet gelar juara di ajang yang sama. Kini, Total Football seakan hidup kembali. Cruyff mengadaptasinya saat melatih Barcelona pada periode 1988–1996. Tiki-taka menjadi sebutan baru Total Football.
Sama halnya dengan Total fFotball, Tiki-taka juga mengedapankan operan dan perpindahan pemain.
Hingga kini, Barcelona masih menerapkan Tiki-taka. Bahkan Tim Nasional Spanyol juga menerapkannya di ajang-ajang internasional, mulai dari Piala Eropa 2008 hingga Piala Dunia 2014. Total Football pada era ini fokus pada operan, perpindahan pemain, dan operan jauh.
(Fajar Anugrah Putra)