"Mitra Kukar punya potensi membahayakan, hampir sama seperti Sriwijaya FC. Mereka juga berniat menebus kegagalan melaju ke final. Arema tetap mempertahankan karakter selama ini, tentunya dengan sejumlah perbaikan," tambah pelatih penerus tugas mendiang Suharno ini.
Masih tanpa Ahmad Bustomi, komposisi tim Arema agak mudah diraba. Samsul Arif, Cristian Gonzalez, Lancine Kone, Ferry Aman Saragih, Dendi Santoso, masih akan mewarnai tim Singo Edan. Lini pertahanan juga kemungkinan tak mengalami perubahan. Hanya posisi kiper yang masih tanda tanya.
Kurnia Meiga yang mendapat mimpi buruk di Piala Presiden 2015 belum tentu diturunkan setelah dibobol dua gol oleh Sriwijaya FC pekan lalu. Namun bagaimana pun juga dia tetap kiper utama Arema, walau belakangan sering absen diganggu cedera.
Dari kubu Mitra Kukar, pelatih Jafri Sastra mengungkapkan respeknya pada kekuatan Arema Cronus. Dia sangat yakin kesulitan yang dihadapi timnya bakal nyaris sama dengan saat dikalahkan Persib Bandung. "Kami akan menghadapi tim yang sangat agresif," kata Jafri.
"Saya rasa level kesulitannya sama dengan pertandingan sebelumnya (lawan Persib). Menghadapi tim seperti itu dituntut disiplin tinggi dan sebisa mungkin mengurangi kesalahan. Saya sudab persiapkan semuanya dan berharap ada perkembangan bagus," papar dia.
Walau menyatakan bakal menerapkan disiplin tinggi, Jafri menampik timnya bakal memainkan sepak bola negatif. "Semua tergantung kebutuhan. Kami juga ingin menang dan akan berupaya cetak gol. Tentunya terlalu bertahan bukan pilihan yang menguntungkan," demikan Jafri Sastra.