Negara yang sebagian besar wilayahnya berada di benua Asia itu, membuat setiap klub yang bakal berkunjung ke Astana Arena –markas Astana– harus menempuh yang jarak yang sangat jauh. Benfica asal Portugal dan Atletico jagoan Spanyol, misalnya. Mereka harus menempuh perjalanan sejauh lebih dari enam ribu kilometer dan penerbangan selama 10 jam lebih untuk bisa sampai di Astana.
Selain itu, cuaca ekstrim Kazakhstan di periode musim dingin juga akan menjadi masalah tersendiri untuk klub yang melakoni laga di sana. Selama periode September hingga Desember saja, cuaca Kazakhstan diprediksi akan mencapai minus dua sampai minus sembilan derajat celcius. Hal itu dipastikan akan menjadi permasalahan sendiri untuk Benfica dan Atletico yang terbiasa dengan suhu hangat di negaranya.
Selain itu, minimnya penampilan Astana di Liga Champions ataupun Europa League membuat mereka mendapatkan keuntungan lainnya. Dengan kondisi seperti itu, praktis banyak klub-klub yang buta akan kekuatan juara Premier League Kazakhstan musim lalu tersebut.
Patut disimak bagaimana kiprah Astana bakal melakoni musim debutnya di Liga Champions musim ini. Apakah mereka mampu menjadi klub kejutan dengan lolos ke fase selanjutnya, atau hanya akan menjadi lumbung gol dari klub seperti Atletico, Benfica, maupun Galatasaray.
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.