Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pelatih Ramah Arema Meninggal Dunia

Kukuh Setiawan , Jurnalis-Rabu, 19 Agustus 2015 |22:59 WIB
Pelatih Ramah Arema Meninggal Dunia
Pelatih Arema, Suharno, meninggal dunia (Foto: Dok Sindo)
A
A
A

MALANG - Arema Cronus kehilangan sosok utama di tim, Suharno. Pelatih yang menangani Arema sejak musim 2014 silam, meninggal dunia di Puskesmas Pakisaji, Kabupaten Malang, Rabu (19/8/2015) malam.

Meninggalnya Suharno sangat mengejutkan mengingat sore harinya dia masih mendampingi tim Singo Edan berlatih di Stadion Kanjuruhan, Malang. Almarhum meninggal dengan masih mengenakan jersey Arema.

Jenazah kemudian langsung dibawa ke rumah duka di Wlingi, Blitar, sekitar pukul 22.00 WIB. Belum ada yang mengetahui pasti sebab meninggalnya Suharno di usia 55 tahun, namun diperkirakan karena serangan jantung sepulang dari latihan.

CEO Arema Cronus Iwan Budianto ketika dihubungi juga mengaku belum tahu sebab meninggalnya Suharno. "Saya sendiri tidak tahu penyebab meninggalnya Coach Suharno. Dia baru pulang dari melatih tim Arema di Stadion Kanjuruhan. Jenazah langsung dibawa ke Blitar," jelas Iwan Budianto.

Iwan Budianto sendiri yang pertama menyebarkan kabar meninggalnya Suharno ke media. Iwan mengirimkan Blackberry Messenger, "Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah, pelatih tercinta kita, Suharno, malam ini, di Puskesmas Pakisaji. Dimohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada tutur kata ataupun perbuatan yang salah. Wassalam."

Suharno adalah sosok penting di Arema Cronus dan mempunyai keterikatan kuat dengan klub pujaan Aremania tersebut. Dia melatih Arema tiga kali dalam periode berbeda, yakni Ligina II, ISL 2011-2012, dan ISL 2014. Catatan terbaik di kompetisi reguler bersama Arema adalah semi-final ISL 2014.

Namun Suharno juga mengoleksi banyak trofi turnamen bersama Singo Edan, sebut saja Inter Island Cup 2014, SCM Cup 2015, Bali Island Cup 2015, serta yang terakhir adalah Sunrise of Java Cup 2015. Kemenangan terakhir bersama Arema adalah mengalahkan Persib Bandung di laga seremoni ulang tahun Arema ke-28 pada 11 Agustus lalu.

Suharno sejatinya dipertahankan Arema untuk kompetisi musim depan, termasuk event terdekat yakni Piala Presiden 2015 pada awal September nanti. "Ini kehilangan besar. Kami kehilangan sosok yang loyal dan selalu bekerja keras demi Arema," kata Iwan Budianto.

Para pemain pun tak bisa menyembunyikan kesedihan dengan kepergian sang pelatih. "Sama sekali tak menduga Coach Suharno pergi secepat ini. Semoga almarhum diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semua insan bola berduka," ujar Ahmad Bustomi.

Selama karier kepelatihannya, mantan pemain Niac Mitra tersebut menangani banyak klub. Selain Arema, klub yang pernah ditangani adalah Gelora Dewata, Persikab Bandung, Persema Malang, PSS Sleman, Deltras Sidoarjo, Persis Solo, Persiwa Wamena, hingga Persegres Gresik United.

Suharno dikenal sebagai pelatih yang ramah dan murah senyum. Dia selalu hangat dalam menjawab pertanyaan awak media, baik secara langsung maupun melalui telepon. Dia juga pelatih yang total memberikan dedikasinya pada klub.

(Fetra Hariandja)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement