Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mendambakan Pelukan Persahabatan dengan La Nyalla

Fitra Iskandar , Jurnalis-Senin, 18 Februari 2013 |13:43 WIB
Mendambakan Pelukan Persahabatan dengan La Nyalla
Djohar Arifin Husin.(foto:Dede K/okezone)
A
A
A

Djohar Arifin Husin mengaku punya pengalaman dan visi untuk membenahi sepakbola Indonesia. Itu sebabnya dia menyambut peluang menjadi orang nomor satu di PSSI pada Juli 2011 lalu. Tapi hampir dua tahun Djohar memimpin PSSI, publik justru disuguhkan dengan rentetan prestasi negatif. Konflik antar pengurus yang tak kunjung selesai.

Tarik menarik kepentingan antara kubu PSSI dan KPSI yang dipimpin La Nyalla Mattalitti membuat krisis PSSI berada di titik nadir. Indonesia selalu dekat dengan ancaman sanksi FIFA, karena dualisme kompetisi dan perpecahan pengurus.

Padahal jika, PSSI tidak didera konflik, Djohar berujar sangat siap menggelontorkan ide-idenya membangun sepakbola Indonesia. Konflik hanya menguras waktu, tenaga dan pikiran, katanya. Berikut petikan wawancaranya dengan okezone pada awal Januari 2013:

Apa konsep anda sebenarnya dalam memimpin PSSI

Paling utama pembinaan usia muda. Filosofinya, timnas itu akan kuat di masa depan jika pembinaan usia dini benar. Nah ‘benar’ itu yang kami kejar. Maka itu kami mengontrak instruktur pelatih khusus untuk usia muda untuk mengupgrade pelatih kita.

Karena selama ini belum. Kalau ini ‘benar’, jutaan anak Indonesia akan mendapat ilmu bagaimana melompat, berlari, menedang. Kalau begini Indonesia akan dahsyat dan kami tidak akan menikmati itu. 5-10 tahun ke depan hasilnya baru bisa dirasakan.

Memang selama ini bagaimana?

Organisasi PSSI, sebelumnya bukan untuk kepentingan sepakbola. Di atas saja, tidak sampai ke bawah. Apalagi di daerah untuk kepentingan Pilkada, Pemilu dst. Itu enggak boleh lagi. Bola harus diurus yang mengerti bola. Iini yang diurus periode kami. Silakan orang politik mengurus bola, tapi buat bola bukan untuk kepentingan lain.


Bagaimana visi anda soal kompetisi yang berkualitas yang bisa menjanjikan pemain timnas yang hebat?

Muara kompetisi itu timnas. Kompetisi untuk timnas, jadi harus menyesuaikan waktu untuk timnas. Karena itu kami ubah jadwal kompetisi bukan Oktober, tapi awal tahun, jadi bisa disiapkan, untuk agenda internasional yang biasanya banyak di akhir tahun, seperti Piala AFF.

Kompetisi juga harus jujur. Jangan ada lagi pengaturan skor. Jangan sampai sebelum pertandingan sudah tahu siapa yang menang, sebelum kompetisi sudah tahu siapa juara. Siapa yang menang itu setelah 90 menit bertarung di lapangan. Makanya kami akan meningkatkan kualitas SDM, seperti pelatih, wasit dan perangkat lain. Mereka diperlukan kejujuran. Bendara fair play sebelum pertandingan itu bukan ecek-ecek. Nanti kalau penonton mau judi bukan urusan kita, tapi yang penting perangkatnya harus jujur.

Ternyata saat anda memimpin anda justru harus berkonflik hebat seperti sekarang ini. Anda kaget tidak?

Saat saya terpilih ada 53 voter yang mendukung saya dari Kelompok 78. Tapi saya juga dengar selentingan, paling lama saya hanya memimpin 3 bulan. Jadi keributan ini diciptakan, dicari-cari banyak yang dimanipulasi.

Sejauh mana keinginan anda untuk berdamai ?

Sangat ingin. Karena banyak program yang harus dijalankan full speed, karena tinggal dua tahun. Contoh PSSI enggak punya kantor, tidak punya tempat latihan, penginapan. Ini kan sangat riskan untuk membina tim. Tidak ada duit, bagaimana mengumpulkan pemain. Negara lain punya sarana sendiri. Singapura, Malaysia punya. Kita ingin membangun fisik kantor dan latihan. Kantor PSSI sekarang itu kontrak.

Jadi atlet pun bangga, tidak semua bisa tinggal di pemusatan latihan Timnas, PSSI House. Kalau di hotel, semua orang bisa. Tapi di PSSI house tidak semua orang bisa.

Kenapa PSSI mudah digoyang?

Organisasinya memang belum kuat, masih banyak unsur pertemanan. T api kami sepakat periodenya 4 tahun. Kalau saya dijatuhkan pasti pendukung saya ikut menjatuhkan lagi yang menjatuhkan saya. Ini kan sangat tidak bagus. Biarkan kami kerja. Nanti 2015, silakan nilai saya. Dihantam disitu, dikritisi.

Kalau begini, saya jatuh pendukung saya akan balik menjatuhkan. Tidak akan selesai. Kalau PSSI Solo ada kekurangan ya dibantu diperbaiki, tak perlu diributkan. Masa pengurus sepakbola tidak boleh berganti, harus dari satu kelompok saja.

Apa ada yang salah dari organisasi PSSI yang menciptakan ruang besar terjadinya konflik seperti sekarang ini?

Jadi memang banyak faktor sehingga ada konflik di dalam pengurus. Karena kita semua tidak pengalaman ya. Kita baru belajar profesional. Keributan karena ada perubahan peraturan dari fifa dan AFC bahwa klub yang ikut kompetisi adalah klub yang profesional.

Syarat nya ada 5. Punya badan hukum diakui negara. Sebagian sudah memilikinya. Punya dana sendiri. Sementara kita banyak yang masih netek APBD. Pada 2012 adalah tahun pertama tanpa APBD, makanya kocar-kacir karena baru belajar. Lalu, harus ada infrastruktur stadion sendiri, tapi boleh juga kontrak pinjam. Kemudian punya tim di bawahnya, pembinaan usia muda dan manajemen profesional.

Sebenarnya deadline yang diberikan FIFA itu akhir 2011. Deadline dari 2008-2011, hitungan bulan jatuh tempo di akhir 2011. Kalau tidak bisa memenuhi, kita tidak ikut kompetisi tingkat Asia selama 3 tahun. Ini tidak diketahui publik. Jadi publik menyangka aturan itu suka-suka kami. Banyak klub tidak mampu, tidak boleh ikut.

Tapi kenapa justru PSSI membengkakkan klub yang ikut liga menjadi 24 dari 18?

Kita tidak hitung lagi kisah lama. Oleh AFC siapa yang penuhi lima syarat, boleh jadi profesional. Jadi tidak ada cerita ranking lagi. Tapi kita hormati yang kemarin ikut kompetisi plus yang mampu. Kita bicarakan di exco, semua setuju kecuali La Nyalla. Tapi di luar ini jadi berkembang. Seharusnya sudah diputuskan ya sudah selesai. Tapi di luar dikembangkan macam-macam. Ini kan keputusan bersama. Walaupun dari 11 exco -6 tidak setuju, ya itu tetap keputusan. Apalagi ini 10 setuju, 1 menolak.

Di statuta juga dikatakan mengatur kompetisi, jumlah tim dan tanggal. Itu wewenang exco bukan kongres. Kalau mau kongres ubah dulu ini. Dan kita baca di notulen dan rekamannya di Kongres Bali tidak diputuskan. Masalah saham PT Liga Indonesia itu hanya wacana, bukan keputusan kongres. Tapi dibikin-bikin dibuat SK setelah kongres, sampai-sampai karena buru-buru, tanggalnya salah.

Secara organisasi apa beda PSSI dan federasi sepakbola di luar negeri?

Federasi di luar negeri anggotanya hanya klub. Di negara kita kan ada juga pengprov. Kalau dibuang kan bagaimana juga, karena merasa bagian pengurus pusat. Mestinya membernya itu klub.

Pengprov pun punya suara jadi lebih seperti partai politik ya PSSI?

Ha-ha-ha. Dulu seluruh anggota punya suara ada 400 sekian jumlahnya. Terlalu ramai, maka di kurangi. Hanya berdasarkan urutan main kompetisi divisi mana. Tapi pengprov tetap minta jatah hak suara.

Apa yang positif dari masa kepemimpinan Nurdin Halid?

Banyak yang harus kami teruskan. Nurdin bagus. Goal projectnya belum jalan, tapi bisa diteruskan. Pembinaan usia muda, sudah disiapkan akar-akarnya tapi belum dijalankan. Maka itu kami kembangkan pembinaan usia muda, di samping meningkatkan kualitas pelatih, kami ingin menampung pemain terbaik dalam Akademi Nusantara.

Sejak kapan kenal La Nyalla Mattalitti?

Awal kongres PSSI di Solo.Karena tidak pernah tahu dia di sepakbola. Ya dia ketua kadin (Jawa Timur), dia dicalonkan kelompok 78 untuk jadi exco. Malam itu (sebelum pemilihan) diputuskan, nama dia di situ. Saya justru kenal lama dengan Erwin Budiman. Dengan Tony Apriliani, anaknya nikah malah saya saksinya.

Setelah konflik seperti ini masih berteman?

Sekarang masih berteman. Kalau ketemu ya biasa-biasa saja. Pendapat berbeda tapi secara pribadi tidak.

Kalau ketemu La Nyalla misalnya saat mediasi dengan AFC atau di Kemenpora anda selalu berjabat tangan dengan La Nyalla. Kadang-kadang pelukan juga. Tapi, setelah itu “perang” lagi...

Saya ingin salaman, pelukan yang punya arti untuk betul-betul bersahabat. Bukan ecek-ecek. Selama ini ecek-ecek saja. Diharapkan salaman kedepan yang penuh arti persahabatan. Salaman yang ingin menyelesaikan masalah bukan ecek-ecek, atau sandiwara. Insya Allah.

(Fitra Iskandar)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement