BANDUNG - PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) mengingatkan PSSI agar konsisten mengeluarkan peraturan baru. Terutama hal yang menyangkut kompetisi liga yang sistemnya belakangan ini dinilai mengalami kemunduran. Jumlah klub yang terlalu banyak dan tidak merata dinilai menjadi ciri liga yang terlihat terlalu dipaksakan.
“Setelah dikeluarkan pengumuman, jumlah klub peserta terlalu banyak. Pemaparan soal peraturan juga belum jelas,” ungkap Wakil Direktur PT PBB Muhammad Farhan, Jumat (26/8/2011).
Menurutnya, hasil pengumuman tersebut merupakan buah dari peralihan kekuasaan di PSSI. “Ya sudahlah, apa bisa menjadi lebih baik? Kita berharap bisa lebih baik. Sampai sekarang PSSI terlihat masih konsisten dengan peraturan. Jangan sampai ada yang berubah,” sambungnya.
Mulai musim depan, format persepakbolaan Indonesia kembali dengan pembagian dua wilayah setelah PSSI melalui surat tertulis menyatakan 32 klub akan ikut berkompetisi di Liga Profesional atau berstatus level 1. PSSI pun menunjuk pengelola Liga Primer Indonesia (LPI) yang sudah dibubarkan menjadi PT Liga Prima Indonesia, sebagai pihak yang menjalankan roda kompetisi sepakbola profesional level 1 dan 2.
Terakhir kali format tersebut digelar terjadi pada musim kompetisi 2007/2008 dimana klub PSIS Semarang keluar sebagai juara. Praktis, PT Liga Indonesia yang menangani kompetisi Superliga Indonesia dan Divisi Utama Liga Indonesia hingga musim lalu, tidak menjalankan tugasnya lagi.
Selain membengkaknya jumlah klub, anggaran yang dikeluarkan klub khususnya Persib menjadi persoalan yang cukup membingungkan. Format dua wilayah juga masih belum jelas apakah akan berdasarkan wilayah. Kalaupun format pembagian wilayah, maka akan ada persaingan yang kurang merata. Di sisi lain, anggaran laga tandang juga dipastikan membengkak.
“Memang masih bingung jika melihat banyaknya jumlah klub. Pengaturan anggaran juga masih belum kita pastikan. Saat ini Persib menunggu PSSI saja,” jelasnya.
Persib Bandung sendiri memang sudah dinyatakan lolos verifikasi untuk tampil di kompetisi level I musim 2011/2012 mendatang bersama 31 klub lainnya. Berdasarkan hasil pengumuman PSSI, Liga Level I akan dibagi dalam dua wilayah dan masing-masing akan diikuti 16 klub. PSSI juga mengubah nilai deposit atau bank garansi Level I dari semula Rp 5 miliar menjadi Rp 3 miliar, sedangkan Level II dari semula Rp 2 miliar dihapus.
Manajer Persib Umuh Muchtar menyayangkan bila sebelum keputusan tidak dirembukkan dengan klub peserta. "Saya belum tahu akan seperti apa format kompetisi nanti. Sebaiknya PSSI berbicara dulu dengan seluruh klub-klub sebelum menentukan keputusan," pungkasnya.
(Achmad Firdaus)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.