LONDON - Kepiawaian Didier Drogba dalam membobol gawang tim lawan tidak perlu diragukan. Namun musim lalu striker Chelsea tersebut seperti kehilangan nalurinya. Tentu ada penyebab utama hilangnya gairah tersebut.
Drogba menjelaskan, dirinya benar-benar kehilangan semangat bermain setelah sang nenek di panggil yang Maha Kuasa. Momen duka itu membuatnya tidak bergairah melakoni setiap pertandingan.
Akibanya, posisi pemain 30 tahun itu diambil alih striker Nicolas Anelka yang selalu menjadi tim inti. Apalagi, Drogba mengalami musim sulit, cedera dan hukuman larangan bertanding.
Pemain Pantai Gading itu memaparkan kepada majalah France Football, Rabu (31/12/2008), dia merasa perlu istirahat sambil memulihkan cedera lututnya.
"Saya harus bersabar tahun ini dan tidak berhubungan dengan sepakbola. Kematian nenek saya pada bulan Juni karena terkena komplikasi struk membuat mental saya menurun di segala hal," kata Drogba.
"Saya sangat dekat dengan beliau. Kepergiannya benar-benar membuat saya menderita. Hal ini juga membuat saya mengajukan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri. Saya bertanya-tanya apa yang indah setelah ini,"tambahnya.
"Saya tidak ingin mendengar tentang target atau ambisi. Saya merasa totalitas mati. Untuk pertama kali saya kehilangan hal yang paling saya sukai untuk sepakbola. Saya tidak ingin melawannya," lanjut pemain yang diminati Inter Milan ini.
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari