PERSAINGAN di Grup A ajang FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya menyajikan drama di lapangan, tetapi juga memicu reaksi panas dari kubu seberang. Salah satu pemain yang paling vokal meluapkan kekesalannya adalah penyerang andalan Timnas Malaysia, Bergson da Silva.
Pemain naturalisasi asal Brasil itu melontarkan kritik pedas setelah Harimau Malaya secara dramatis gagal melangkah ke partai final. Padahal, mereka baru saja memetik kemenangan besar 6-0 saat menghadapi Singapura di laga pamungkas Grup A, Kamis 1 Oktober 2026.
Sayangnya, impian Malaysia pupus lantaran Timnas Indonesia secara luar biasa sukses menggilas Bangladesh dengan skor telak 9-2. Hasil akhir tersebut membuat skuad Garuda berhak mengamankan tiket final berkat keunggulan produktivitas gol secara keseluruhan.
Sebelum menjadi figur penting di lini serang Timnas Malaysia, pemain bernama lengkap Bergson Gustavo Silveira da Silva dikenal sebagai mesin gol mematikan di level klub bersama Johor Darul Ta'zim (JDT). Penyerang kelahiran Alegrete, Brasil, 9 Maret 1991 itu awalnya bergabung dengan JDT sebagai pemain pinjaman dari Fortaleza pada Maret 2021 sebelum dipermanenkan.
Pemain bertinggi 1,81 meter dengan kaki dominan kanan yang memiliki nilai pasar Rp5,65 miliar ini pernah merintis karier di Gremio serta melanglang buana ke Korea Selatan dan Portugal. Kendati tampil tajam di level klub, rekam jejak pemain berusia 35 tahun itu mendadak tumpul ketika harus menghadapi skuad asuhan John Herdman.
Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 28 September 2026, Bergson yang turun sebagai starter dibuat tak berkutik oleh rapatnya lini belakang Timnas Indonesia hingga laga berakhir imbang 0-0, sebelum akhirnya ditarik keluar pada menit ke-88 digantikan Syahmi Safari.
Kekecewaan mendalam membuat Bergson meluapkan kekesalannya melalui kolom komentar di unggahan media asal Brasil, TNT Sport Brasil. Striker JDT itu menuding bahwa perjalanan Garuda selalu diuntungkan oleh faktor non-teknis, mulai dari status tuan rumah di Jakarta hingga durasi injury time yang mendadak molor dari dua menjadi tujuh menit akibat pengecekan VAR.
“Hahaha omong kosong apa ini? sepanjang turnamen mereka (Indonesia) diuntungkan terus. Mereka memainkan seluruh pertandingan di Jakarta dan malam hari. Sementara itu, tim-tim lain main di Bandung dan sore hari dengan jadwal main dua kali sehari,” jelas Bergson di unggahan TNT Sport Brasil.
“Lalu di pertandingan hari ini, awalnya diberi dua menit lalu tiba-tiba diubah tujuh menit dan mereka bikin dua gol di dua menit terakhir. Bukankah itu konyol?,” tambahnya.
Protes dan nyinyiran dari sang penyerang kini menjadi bumbu penyedap tersendiri di tengah panasnya atmosfer turnamen regional. Terlepas dari segala kontroversi dan kritik pedas yang dilontarkan kubu seberang, Timnas Indonesia tetap melaju mantap untuk menantang raja Asia Tenggara, Thailand, di partai final pada Senin 5 Oktober 2026 mendatang.
(Rivan Nasri Rachman)