JAKARTA – Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir, secara blak-blakan memberikan perhatian khusus kepada Timnas Vietnam. Penilaian tersebut diungkapkan oleh orang nomor satu di sepak bola Indonesia saat mengulas peta kekuatan peserta jelang turnamen FIFA ASEAN Cup 2026.
Pernyataan ini disampaikan Erick Thohir usai menghadiri konferensi pers resmi pengumuman turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 14 September lalu. Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Indonesia itu menyoroti bagaimana rival-rival di kawasan Asia Tenggara mulai berbenah secara agresif.
Menurut pandangan Erick Thohir, negara-negara tetangga menunjukkan keseriusan tinggi dalam memperkuat kedalaman skuad mereka. Peningkatan kualitas tersebut tidak lepas dari langkah masif yang ditempuh dalam mendatangkan pemain-pemain keturunan baru.
Ketum PSSI itu lantas menyebutkan secara spesifik dua negara pesaing utama di regional, yakni Malaysia dan Vietnam. Khusus untuk Malaysia, ia memprediksi tim berjuluk Harimau Malaya tersebut bakal membawa sekira lima hingga tujuh pemain naturalisasi baru.
Menurut media asal Vietnam, The Thao 247, sorotan yang paling menarik perhatian tertuju pada analisis Erick terhadap kekuatan skuad Vietnam. Ia menilai sang juara Piala AFF 2026 kini tampil sebagai tim yang jauh lebih berbahaya berkat kehadiran amunisi tambahan.
"Vietnam, sang juara Piala AFF, benar-benar tim yang luar biasa. Mereka menambahkan dua pemain naturalisasi, yang salah satunya berasal dari Afrika," ujar Erick Thohir, dikutip dari The Thao 247 (15/9/2026).
Pernyataan tersebut merujuk pada rampungnya proses naturalisasi dua pemain baru, Williams Minh Hoang dan Michael Onyedikachi Olaha, pada akhir Agustus lalu. Khusus Olaha, penyerang asal Nigeria ini sudah lama malang melintang di kompetisi V.League sebelum resmi memegang paspor Vietnam.
Langkah taktis yang diambil Vietnam ini menunjukkan sang juara bertahan tidak mau tinggal diam. Penambahan pemain naturalisasi tersebut memberikan variasi serta opsi strategi yang jauh lebih luas bagi staf kepelatihan jelang turnamen resmi kalender FIFA ini.
Di sisi lain, Timnas Indonesia tentu mematok target tinggi dalam ajang kali ini dengan status sebagai tuan rumah. Ambisi besar untuk merebut trofi juara di hadapan pendukung sendiri ditegaskan langsung oleh Erick Thohir tanpa ragu-ragu.
"Menurut saya semua tim melakukan persiapan yang serius untuk menjadi juara. Tentu saja Timnas Indonesia ingin memenangkan kejuaraan ini," imbuhnya.
Karena berada di grup yang berbeda, peluang Timnas Indonesia dan Vietnam untuk saling berhadapan hanya akan terjadi jika kedua tim mampu melaju jauh hingga fase gugur. Potensi bentrokan ulang ini dipastikan menjadi salah satu tontonan yang paling dinantikan publik sepak bola Asia Tenggara.
(Rivan Nasri Rachman)