LAGA FC Utrecht kontra Go Ahead Eagles dalam lanjutan Liga Belanda atau Eredivisie 2026-2027 harus dihentikan akibat kerusuhan suporter. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Galgenwaard, Sabtu 5 September 2026 terpaksa ditunda setelah suporter tuan rumah melemparkan kembang api dan berbagai benda ke lapangan.
Pemain Timnas Indonesia, Dean James, terpaksa harus menghentikan aksinya bersama Go Ahead Eagles. Laga kemudian dijadwalkan dilanjutkan tanpa penonton pada Selasa 8 September 2026.
Pertandingan ini sejatinya berpotensi menghadirkan duel dua pemain Timnas Indonesia antara Dean dengan Miliano Jonathans yang bermain untuk FC Utrecht. Namun, Miliano Jonathans diketahui sedang cedera.
Di atas lapangan, Go Ahead Eagles tampil lebih dominan dan mampu mencetak tiga gol. Mathis Suray, Soren Tengstedt, dan Victor Edvardsen membawa Go Ahead Eagles unggul 3-0 hingga menit ke-64.
Situasi kemudian berubah setelah Go Ahead Eagles mencetak gol ketiganya. Aksi suporter FC Utrecht yang melemparkan kembang api ke arah lapangan membuat wasit Martin van den Kerkhof menghentikan pertandingan untuk sementara.
Pertandingan sempat kembali dilanjutkan setelah situasi dinilai memungkinkan. FC Utrecht kemudian memperkecil ketertinggalan melalui Dani de Wit sehingga skor berubah menjadi 1-3.
Namun, pertandingan kembali terganggu akibat aksi suporter yang melemparkan gelas ke area permainan. Wasit akhirnya memutuskan pertandingan tidak dapat dilanjutkan.
Penghentian laga tersebut mendapat respons keras dari manajemen FC Utrecht. Klub tuan rumah menyatakan akan mengusut insiden tersebut dan mengambil tindakan terhadap pihak yang terbukti terlibat.
"Kami kecewa. Apa yang seharusnya menjadi malam sepakbola yang indah berakhir dengan cara yang mengerikan seperti ini. Terutama pelemparan kembang api ke arah lapangan yang tidak dapat ditoleransi dan membahayakan," kata Direktur Umum FC Utrecht, Edo Keuning, dikutip dari laman resmi FC Utrecht
Keuning memastikan FC Utrecht akan menggunakan rekaman kamera pengawas untuk mengidentifikasi pelaku. Klub juga berjanji mengambil langkah tegas terhadap suporter yang terlibat dalam kerusuhan tersebut.
"Kami memiliki rekaman dan akan melakukan segalanya untuk mengidentifikasi pelaku serta mengambil tindakan yang tepat," tutup Edo Keuning.
(Ramdani Bur)