JOHN Herdman satu-satunya pelatih yang tak dipecat meski Timnas Indonesia gagal lolos semifinal Piala AFF. Semenjak Piala AFF bergulir pada 1996, Timnas Indonesia sudah enam kali gugur di fase grup, yakni pada 2007, 2012, 2014, 2018, 2024 dan 2026.
Dalam lima edisi sebelumnya, PSSI langsung memutuskan memecat sang pelatih setelah Timnas Indonesia rontok di fase grup Piala AFF. Pada 2007, PSSI langsung mendepak Peter Withe dari kursi pelatih Timnas Indonesia.
Lanjut pada 2012, ada Nil Maizar yang terpental setelah gagal meloloskan Timnas Indonesia ke semifinal Piala AFF. Pada 2014, giliran Alfred Riedl yang dipecat setelah Timnas Indonesia rontok di fase grup.
Bagaimana pada 2018? Di Piala AFF 2018, Bima Sakti dipecat setelah Timnas Indonesia gagal berprestasi. Kemudian ada Shin Tae-yong langsung didepak PSSI beberapa hari setelah Timnas Indonesia tersingkir di fase grup Piala AFF 2024.
Posisi John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia tetap aman meski skuad Garuda rontok di fase grup Piala AFF. Meski begitu, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi akan melakukan evaluasi terhadap performa Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
“Terkait hasil di Piala AFF ini, PSSI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepakbola Indonesia karena belum bisa memberikan hasil yang memuaskan secara sempurna," kata Yunus Nusi.
"Ketua Umum PSSI selalu melakukan evaluasi. Tidak hanya saat menghadapi kegagalan, tetapi juga dalam setiap prestasi, keberhasilan, maupun kemenangan Timnas, seperti saat melawan Mozambik, Oman, atau saat Timnas Wanita meraih juara Piala AFF Putri di Malaysia,” lanjut Yunus Nusi.
Pengamat sepakbola Tanah Air, Abdul Haris, menilai PSSI jangan buru-buru mengambil keputusan untuk memecat John Herdman. Ia meminta PSSI memberi kesempatan kepada John Herdman hingga FIFA ASEAN Cup 2026. Jika di FIFA ASEAN Cup 2026 gagal juara, Abdul Haris menyarankan PSSI untuk memecat John Herdman.
“PSSI sebaiknya tidak terburu-buru memecat Herdman. Ada opsi yang lebih rasional, yaitu melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan satu kesempatan terakhir dengan target yang sangat jelas,” kata Abdul Haris program Morning Zone yang tayang di YouTube Official Okezone, Selasa (11/8/2026),
“Kesempatan itu dapat diberikan di turnamen FIFA ASEAN Cup berikutnya. Jika skuad terbaik tersedia, maka kualitas sebenarnya dari Herdman sebagai pelatih dapat dinilai dengan lebih objektif tanpa ada lagi alasan keterbatasan komposisi pemain,” lanjut pria yang biasa disapa bung Ais ini.
“Targetnya harus jelas, yakni menjadi juara. Jika target tersebut kembali gagal dicapai dan persoalan taktis yang sama masih muncul, PSSI harus berani mengambil keputusan tegas untuk mengakhiri kerja sama,” tutup bung Ais.
(Ramdani Bur)