NAMA Ferran Torres mendadak menjadi perbincangan publik sepak bola dunia usai menjadi pahlawan kemenangan Timnas Spanyol di final Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 26 tahun tersebut sukses mencetak gol tunggal penentu gelar juara saat berhadapan dengan Argentina di partai final, pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Gol bersejarah itu tercipta pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat. Lesakan manis tersebut menjadi satu-satunya gol Ferran sepanjang turnamen sekaligus koleksi ketiganya selama tampil di ajang Piala Dunia.
Aksi krusial penyerang FC Barcelona ini memastikan kemenangan 1-0 atas Tim Tango dan membawa La Roja merengkuh trofi Piala Dunia kedua mereka. Momen ini sekaligus melengkapi kesuksesan internasionalnya setelah sebelumnya turut mengantar Spanyol menjuarai Euro 2024.
Lahir di Foios, Valencia, pada tanggal unik 29 Februari 2000, bakat Ferran sudah mengilap sejak dini. Ia menimba ilmu di akademi Valencia sejak usia 6 tahun hingga mencatatkan rekor sebagai pemain kelahiran tahun 2000 pertama yang tampil di La Liga pada 2017.
Karier profesionalnya melesat saat diboyong Manchester City pada 2020, tempat di mana ia turut memenangkan gelar Liga Inggris dan Piala Liga Inggris. Ia kemudian kembali ke Spanyol pada Januari 2022 untuk membela FC Barcelona.
Bersama Barcelona, Ferran berhasil bangkit dan membawa timnya meraih treble domestik pada musim 2024–2025. Performa terbaiknya berlanjut pada musim berikutnya dengan mengemas 21 gol di semua kompetisi serta membantu klub mempertahankan gelar Liga Spanyol.
Salah satu keunggulan utama Ferran adalah kemampuannya bermain di berbagai posisi lini serang. Selain sebagai penyerang tengah, ia sangat fasih beroperasi di kedua sisi sayap, termasuk saat menggantikan peran Lamine Yamal yang sempat dibekap cedera.
Hingga saat ini, kelincahan dan ketajamannya di lini depan telah menghasilkan catatan impresif berupa 84 gol dan 17 asis dari total 358 penampilan di tingkat klub maupun tim nasional.
Di balik kesuksesan besarnya di dunia sepak bola, Ferran dibesarkan oleh ibunya, M. Dolores Garcia Alcover, serta memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kakak perempuannya, Arantxa.
Saking eratnya ikatan persaudaraan tersebut, Ferran dan Arantxa bahkan membuat tato kembar saat sang pemain masih merumput di Manchester. Bagi Ferran, kehadiran sang kakak merupakan pilar penting dalam perjalanan karier dan kehidupannya.
(Rivan Nasri Rachman)