NEW JERSEY – Presiden FIFA, Gianni Infantino tampaknya masih terlalu tangguh untuk digoyahkan dari kursi tertinggi Federasi Sepak Bola Dunia tersebut. Kendati dihantam skandal pembatalan sanksi pemain Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun di Piala Dunia 2026, ia justru kebanjiran dukungan formal dari 200 lebih asosiasi anggota.
Menurut laporan dari The Guardian, Sabtu (18/7/2026), langkah Infantino menuju masa jabatan keempat diprediksi bakal melenggang mulus pada Kongres FIFA Maret mendatang. Dari total 211 pemilik suara, hanya segelintir federasi seperti Jerman yang terpantau belum memberikan dukungan resmi.
Batas akhir pendaftaran bakal calon presiden FIFA sendiri ditetapkan jatuh pada 18 November. Namun, hingga saat ini Infantino masih menjadi calon tunggal tanpa adanya rival yang muncul.
Di balik klaim dukungan mutlak ini, riak ketidakpuasan mulai muncul ke permukaan. Sejumlah federasi mengaku mendapat tekanan persisten dari internal FIFA untuk segera menyatakan kesetiaan mereka.
Gelombang protes paling keras saat ini festering di antara asosiasi sepak bola Eropa. Mereka geram setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengaku melobi FIFA demi meninjau ulang kartu merah striker AS, Folarin Balogun.
UEFA juga secara terbuka menunjukkan sikap oposisi terhadap sejumlah kebijakan FIFA belakangan ini. Selain kasus Balogun, mereka memprotes pemblokiran wasit asal Somalia, Omar Artan, dari Piala Dunia.
Wacana mengusung calon tandingan dari Eropa sempat mencuat dalam diskusi tertutup sepuluh hari terakhir. Namun, peluang negara-negara Eropa untuk sepakat pada satu nama dinilai sangat kecil.
Bahkan, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sudah mengirimkan surat dukungan mereka jauh sebelum Piala Dunia dimulai. Padahal, calon alternatif diharapkan bisa memicu debat publik terkait tata kelola organisasi FIFA.
Infantino sendiri tidak perlu cemas karena ia tidak bergantung sepenuhnya pada suara dari benua biru. Oposisi Eropa diperkirakan hanya mampu menggalang 30 hingga 40 suara yang tidak berarti banyak.
Pertemuan para anggota FIFA di New York pada hari Sabtu ini pun dipastikan aman dari pembahasan skandal. Rapat yang dipimpin Infantino tersebut akan lebih fokus memaparkan keuntungan finansial Piala Dunia bagi para anggota.
(Rivan Nasri Rachman)