PEJABAT Palestina menolak jabat tangan dengan delegasi Israel dalam Kongres FIFA yang diadakan di Vancouver, Kanada pada Kamis, 30 April 2026 waktu setempat. Saat itu, Presiden FIFA Gianni Infantino yang berdiri di podium, berniat mencairkan suasana.
Ia meminta kepada delegasi Palestina dan Israel yang datang ke Kongres FIFA, untuk naik ke podium dan berjabat tangan. Selain untuk mencairkan suasana, jabat tangan dilakukan untuk mengampanyekan perdamaian antardua negara tersebut.
Hanya saja delegasi Palestina yang diwakili Jibril Rajoub, enggan menjabat tangan perwakilan Israel, Basim Sheikh Suliman. Setelah mengucapkan beberapa kalimat, Jibril Rajoub mencium kening Gianni Infantino dan turun dari panggung.
Kondisi di atas praktis mempermalukan Gianni Infantino di hadapan para anggotanya. Sebab, permintaan yang diajukan Giani Infantino ditolak mentah-mentah Presiden Federasi Sepakbola Palestina tersebut.
Dalam kongres FIFA tersebut, Gianni Infantino membuat beberapa keputusan penting. Pria berdarah Italia itu mengonfirmasi Timnas Iran tetap ambil bagian di Piala Dunia 2026.
“Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026 dan mereka akan bermain di Amerika Serikat,” tulis Infantino dalam keterangan foto di akun Instagram pribadinya @gianni_infantino.
Kepastian Iran ambil bagian di Piala Dunia 2026, juga menutup peluang adanya playoff tambahan. Sebelumnya beredar kabar FIFA akan menggelar playoff tambahan yang melibatkan empat negara jika Iran mundur dari Piala Dunia 2026.
Dalam kongres tersebut FIFA juga mengumumkan dua tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung pada FIFA Matchday September dan Oktober 2026. Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah Divisi I, sedangkan Hong Kong akan menjadi tuan rumah Divisi II.
(Ramdani Bur)