TIMNAS Korea Utara U-17 mundur dari Piala Asia U-17 2026 yang berlangsung di Arab Saudi pada 5-22 Mei 2026. Keputusan ini diambil Federasi Sepakbola Korea Utara (PRKFA) karena alasan keamanan.
“Korea Utara U-17 mundur dari Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi karena alasan keamanan,” tulis Asean Football.
Karena turnamen bergulir sekira satu minggu lagi, Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) memutuskan tidak mencari negara pengganti. Alhasil, Grup D Piala Asia U-17 2026 yang awalnya berisikan Uzbekistan, Australia, India dan Korea Utara, hanya melibatkan tiga tim.
Mundurnya Korea Utara U-17 jelas menguntungkan Uzbekistan, Australia dan India. Mereka memiliki waktu istirahat yang lebih banyak karena hanya akan menjalani dua pertandingan di fase grup.
Waktu istirahat yang lebih panjang ini dapat dimanfaatkan Australia, Uzbekistan atau India jika nantinya mereka lolos ke fase gugur. Dengan stamina yang lebih prima di fase gugur, peluang mereka memenangkan pertandingan lebih besar.
Absennya Korea Utara U-17 jelas menguntungkan Timnas Indonesia U-17. Meski tidak satu grup dengan Timnas Indonesia U-17, Korea Utara U-17 bisa saja bersua skuad Garuda Asia -julukan Timnas Indonesia U-17- di fase gugur.
Di Piala Asia U-17 2025, Timnas Indonesia U-17 merasakan betul kekuatan Korea Utara U-17. Bertemu di perempatfinal, Timnas Indonesia U-17 yang kala itu diasuh Nova Arianto dihajar Korea Utara U-17 dengan skor 0-6!
Sekarang, Timnas Indonesia U-17 diasuh pesepakbola legenda Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto. Tergabung di Grup B bersama China, Jepang dan Qatar, Kurniawan Dwi Yulianto berharap dapat meloloskan Timnas Indonesia U-17 ke perempatfinal Piala Asia U-17 2026, sekaligus ambil bagian di Piala Dunia U-17 2026.
"Target pribadi pasti ingin meloloskan Indonesia ke Piala Dunia. Tapi, kembali lagi kalau ini kan permainan sepakbola," kata Kurniawan Dwi Yulianto.
"Artinya segala kemungkinan sebelum peluit panjang atau pertandingan itu terlaksana, semua masih fifty-fifty," tutup Kurniawan Dwi Yulianto.
(Ramdani Bur)