DEVENTER – Angin segar menghampiri pemain Timnas Indonesia, Dean James, dan klubnya, Go Ahead Eagles. Keduanya dipastikan lolos dari ancaman sanksi hukum terkait skandal administrasi paspor atau yang populer disebut paspoortgate, menyusul selesainya proses investigasi mendalam oleh otoritas sepak bola setempat.
Putusan tersebut resmi dikeluarkan oleh jaksa independen untuk Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) pada Rabu 8 April 2026. Dengan keluarnya hasil ini, baik Dean James maupun Go Ahead Eagles dinyatakan bersih dan terbebas dari tuntutan sanksi disiplin apa pun.
"Jaksa penuntut untuk sepak bola profesional telah memutuskan untuk tidak mengambil tindakan disiplin," tulis Go Ahead Eagles dalam rilis resmi klub yang diunggah di laman resmi mereka, dikutip Jumat (10/4/2026).
"Hal ini disebabkan karena baik pemain maupun klub tidak menyadari konsekuensi otomatis dari memperoleh kewarganegaraan selain Belanda," lanjut pernyataan klub.
Berdasarkan hasil investigasi komprehensif, Dean James dinyatakan telah sah secara hukum sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Pemain yang beroperasi di sektor bek kiri ini juga dipastikan telah menanggalkan status kewarganegaraan Belanda miliknya sepenuhnya.
Meski bebas sanksi, perubahan status ini mewajibkan Dean James untuk tunduk pada regulasi ketat sepak bola Belanda bagi pemain asing. Pemain berusia 25 tahun itu kini harus terdaftar dengan status pemain non-Uni Eropa dalam dokumen kontrak profesionalnya di kasta tertinggi Liga Belanda.
Kepastian ini menjaga peluang Dean James untuk terus memperkuat Go Ahead Eagles di kompetisi Eredivisie musim ini. Namun, ia tetap diwajibkan segera merampungkan persyaratan administratif tambahan, seperti pembaharuan izin kerja dan izin tinggal di Belanda sebagai warga negara asing.
Kasus ini bermula ketika NAC Breda melayangkan laporan resmi kepada operator kompetisi dan KNVB. Mereka meragukan keabsahan status James saat Go Ahead Eagles menang telak 6-0 atas NAC Breda pada 15 Maret 2026 silam, yang kemudian memicu perdebatan luas di publik sepak bola Belanda.
Laporan tersebut nyatanya menimbulkan efek domino. Sejumlah klub lain turut mempertanyakan legalitas kontrak pemain asal Indonesia lainnya yang berkarier di Belanda, seperti Justin Hubner di Fortuna Sittard dan Nathan Tjoe-A-On di Willem II.
Menanggapi gejolak tersebut, KNVB telah menginstruksikan seluruh klub untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kontrak pemain mereka. Setiap pemain yang kini memegang paspor non-Uni Eropa diwajibkan untuk segera menyesuaikan status kontrak mereka agar selaras dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.
(Rivan Nasri Rachman)