AMSTERDAM – Eredivisie CV selaku operator kompetisi akhirnya mengeluarkan keputusan tegas soal kasus yang menimpa Dean James. Mereka menolak permintaan NAC Breda agar laga kontra Go Ahead Eagles diulang!
Keputusan ini muncul setelah NAC Breda mengajukan permintaan resmi usai kekalahan telak enam gol tanpa balas pada 15 Maret 2026. Mereka menilai Dean James tampil tidak sah dalam pertandingan tersebut.
Status Dean James menjadi sorotan karena perubahan kewarganegaraan yang dialaminya. Pemain itu seharusnya sudah berstatus non-Uni Eropa sejak Maret 2025 karena menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Dengan status tersebut, Dean James diwajibkan memiliki izin kerja agar dapat bermain secara legal. Namun, proses administrasi itu belum sepenuhnya dipenuhi saat pertandingan berlangsung.
Meski begitu, KNVB tidak menjatuhkan sanksi kepada pihak terkait. Hal ini dikarenakan pelanggaran tersebut dinilai terjadi bukan karena unsur kesengajaan, melainkan ketidaktahuan dari pihak klub dan pemain.
KNVB juga mengungkap persoalan serupa tidak hanya terjadi pada satu pemain. Tercatat ada 25 pesepakbola lain yang mengalami kendala terkait paspor dan izin kerja.
Setelah hasil investigasi diumumkan, NAC Breda langsung menunggu keputusan dari Eredivisie CV. Mereka berharap adanya laga ulang sebagai bentuk keadilan atas hasil pertandingan tersebut.
Namun, harapan NAC Breda tidak terwujud setelah operator kompetisi resmi menolak permintaan tersebut. Eredivisie CV menilai penyelenggaraan ulang pertandingan dapat mengganggu stabilitas kompetisi.
"Dalam konteks penyeimbangan kepentingan yang harus dilakukan oleh dewan kompetisi, dewan kompetisi berpendapat tidak dapat diterima jika ketidakpastian di luar domain olahraga dan regulasi menyebabkan gangguan kompetisi," demikian penjelasan Eredivisie, dikutip dari Voetbal Primeur, Kamis (9/4/2026).
"Selain itu, hal ini juga dapat merugikan semua klub," tambah pernyataan resmi operator kompetisi.
NAC Breda belum menerima keputusan tersebut sepenuhnya dan bersiap memberikan respons lanjutan. Klub yang kini berada di posisi ke-17 klasemen Liga Belanda 2025-2026 itu membuka peluang untuk mengambil langkah berikutnya.
"Tidak menutup kemungkinan tim peringkat ketujuh belas di Eredivisie akan mengambil tindakan lebih lanjut," tulis Voetbal Primeur.
(Wikanto Arungbudoyo)