PEMAIN Timnas Indonesia, Tim Geypens, diizinkan latihan bareng sang klub, FC Emmen. Mengutip dari laman resmi FC Emmen, Tim Geypens diizinkan aktif kembali setelah mendapatkan izin tinggal sementara di Belanda yang berlaku hingga 2031. Izin tinggal ini bisa diperpanjang sehingga Tim Geypens dapat berkarier di Belanda seperti sedia kala.
“Tim Geypens kembali ke lapangan untuk latihan,” tulis di laman resmi FC Emmen, Kamis (9/4/2026).
“Mulai hari ini, Tim Geypens diizinkan kembali berlatih. Berkat izin tinggal sementara yang berlaku hingga 2031 dengan opsi perpanjangan, Tim Geypens dapat kembali berkarier sebagai pesepakbola di Belanda,” lanjut Tim Geypens.
Tim Geypens sempat dilarang berlatih bersama FC Emmen selama dua minggu. Larangan ini muncul setelah protes yang dilancarkan klub Eredivisie, NAC Breda.
Pada 15 Maret 2026, NAC Breda kalah 0-6 dari Go Ahead Eagles di lanjutan Eredivisie 2025-2026. Kelar pertandingan, NAC Breda melancarkan protes ke Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) karena menganggap Go Ahead Eagles memainkan pemain tidak sah.
Pemain yang dimaksud adalah Dean James. NAC Breda menganggap Dean James tidak dapat dimainkan karena tidak memiliki izin kerja.
Dean James tidak memiliki izin kerja karena masih dianggap sebagai pemain lokal, padahal nyatanya telah memegang paspor Indonesia sejak Maret 2025. Berhubung berpaspor Indonesia, Dean James masuk kategori pemain non-Uni Eropa dan wajib digaji minimal 600.000 euro atau sekira Rp11 miliar per tahun.
Namun, setelah KNVB melakukan penyelidikan, Go Ahead Eagles dan Dean James tidak dijatuhkan hukuman. KNVB menganggap Go Ahead Eagles tidak tahu konsekuensi apa yang diterima ketika ada pemain yang berganti kewarganegaraan.
“Berdasarkan seluruh informasi yang diterima, dapat disimpulkan bahwa Dean James secara otomatis kehilangan kewarganegaraan Belanda setelah mengambil kewarganegaraan Indonesia pada Maret 2025. Akibatnya sesuai regulasi, sejak Maret 2025 ia tidak lagi memenuhi syarat untuk bermain,” tulis pernyataan Go Ahead Eagles.
“Jaksa sepakbola profesional memutuskan untuk tidak mengambil tindakan disipliner. Hal ini karena baik pemain maupun klub tidak mengetahui konsekuensi otomatis dari pengambilan kewarganegaraan selain Belanda. Selain itu, terungkap bahwa dampak dari pengambilan kewarganegaraan lain juga belum banyak diketahui secara luas dalam lingkungan sepakbola profesional,” tutup Go Ahead Eagles.
(Ramdani Bur)