AMSTERDAM – Gerbong pemain keturunan yang ingin memperkuat Timnas Indonesia tampaknya belum akan berhenti. Kali ini, talenta muda berbakat asal Belanda, Floris de Pagter-van Bronckhorst, secara terang-terangan menyatakan minatnya untuk membela tanah leluhurnya.
Menariknya, Floris masih merupakan kerabat jauh dari legenda besar sepak bola Belanda, Giovanni van Bronckhorst.
Pemain yang beroperasi sebagai pengatur serangan ini dinilai sebagai prospek cerah bagi masa depan lini tengah Indonesia. Meski memiliki nama besar di belakang punggungnya, Floris tetap berpijak ke bumi dan mengakui garis keturunannya menjadi motivasi besar dalam mengembangkan bakat sepak bolanya.
Dalam sebuah sesi wawancara di kanal YouTube Yussa Nugraha, Floris memaparkan silsilah keluarganya yang memiliki hubungan darah dengan mantan kapten Timnas Belanda tersebut. Ia menyebut nama belakangnya berasal dari sang ibu yang masih dalam satu keluarga besar dengan Giovanni van Bronckhorst.
“Mungkin bakat saya datang dari ya kamu tahu nama belakangku Van Bronckhorst, nama Van Bronckhorst dari ibuku, jadi saya masih satu keluarga dengan Giovanni Van Bronckhorst,” kata Floris di akun youtube Yussa Nugraha, Selasa (17/3/2026).
Floris menambahkan bahwa data keluarga besar miliknya memang mencatat nama sang legenda. Menariknya, berbeda dengan Giovanni yang dikenal memiliki darah Maluku, Floris justru memiliki akar yang kuat dari Pulau Jawa.
“Dua kakek, satu dari Bandung dan satunya dari Blitar dan nenek saya berasal dari Surabaya. Sayangnya saya belum pernah ke sana, tapi tentu saya ingin pergi ke Indonesia,“ jelas pemain kelahiran 8 September 2008 tersebut.
Saat ini, Floris tengah meniti karier sebagai bintang di Telstar U-17 setelah sebelumnya menimba ilmu di klub amatir RKVV DEM. Meski memiliki performa memukau di kompetisi usia muda Belanda, ia belum mendapatkan panggilan dari tim nasional negara kelahirannya.
Hal inilah yang membuatnya melirik opsi untuk memperkuat Timnas Indonesia di bawah arahan John Herdman. Floris mengaku akan sangat bangga jika PSSI memberinya kesempatan untuk menjalani proses naturalisasi.
Bagi Floris, bermain untuk Timnas Indonesia bukan sekadar karier, melainkan sebuah mimpi untuk membanggakan keluarga dan masyarakat di tanah leluhurnya. Ia bertekad menunjukkan kualitas terbaiknya untuk Indonesia jika kesempatan mengenakan seragam Merah Putih itu benar-benar terwujud di masa depan.
“Itu akan menjadi mimpi dan saya akan bilang iya dengan bangga dan tentunya saya akan berikan yang terbaik untuk negara dan tentunya di Piala Dunia,” tutup Floris.
(Rivan Nasri Rachman)