SEBANYAK 5 penyebab Timnas Indonesia ditahan Palestina 0-0 akan dibahas di sini. Sekadar diketahui, laga Timnas Indonesia vs Palestina baru saja berakhir.
Pertandingan tersebut tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (14/6/2023) malam WIB. Sayangnya, Timnas Indonesia gagal meraih hasil maksimal usai ditahan 0-0 oleh Palestina.
Terdapat 5 penyebab Timnas Indonesia gagal menang atas Palestina. Lantas, apa sajakah itu? Simak ulasan berikut ini untuk mengetahuinya.
Berikut 5 Penyebab Timnas Indonesia Ditahan Palestina 0-0
5. Timnas Indonesia Gagal Maksimalkan Peluang
Urutan kelima dalam daftar ini adalah Timnas Indonesia gagal maksimalkan peluang. Perlu diketahui, Timnas Indonesia mampu tampil menekan sejak menit awal pertandingan.
Tercatat, tim asuhan Shin Tae-yong itu mengoleksi delapan shot on gol. Namun, dari delapan itu tidak ada yang bersarang ke gawang Palestina.
4. Timnas Indonesia Terlalu Terburu-buru
Selanjutnya adalah Timnas Indonesia terlalu terburu-buru dalam mengeksekusi peluang. Terlihat, Timnas Indonesia seakan-akan tidak tenang ketika mendapatkan peluang untuk mencetak gol.
Hasilnya, peluang tersebut berakhir sia-sia. Hal ini tentunya wajib dibenahi Shin Tae-yong, terlebih Timnas Indonesia akan menghadapi Argentina pada Senin, 19 Juni 2023 mendatang.
3. Dimas Drajad Buang-Buang Peluang
Urutan ketiga dalam daftar ini adalah Dimas Drajad terlalu banyak membuang peluang. Penyerang Persikabo 1973 itu sejatinya mendapatkan sejumlah kesempatan untuk membawa Timnas Indonesia menang atas Palestina.
Salah satu peluang emas yang dibuang Dimas Drajad tercipta pada menit 40. Kala itu, Dimas Drajad menerima operan dari Ricky Kambuaya. Alih-alih melepaskan tembakan di dalam kotak penalti, Dimas Drajad malah menggocek pemain Palestina sehingga peluang itu pun terbuang sia-sia.
2. Kukuhnya Lini Belakang Timnas Palestina
Berikutnya adalah kukuhnya lini belakang Timnas Palestina. Timnas Indonesia sejatinya mampu menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal.
Namun, upaya yang dilakukan Marc Klok dan kolega tidak membuahkan satu gol pun. Sebab, Palestina berhasil menunjukkan permainan bertahan yang sangat apik.
1. Performa Rami Hamadeh
Terakhir dalam daftar ini adalah performa kiper Palestina, Rami Hamadeh. Rami Hamadeh tampil gemilang di bawah mistar Palestina pada laga kali ini.
Bagaimana tidak, Rami Hamadeh mampu mementahkan peluang-peluang emas Timnas Indonesia sejak menit awal pertandingan. Tercatat, dia berhasil mengamankan delapan shot on target yang dicatatkan Timnas Indonesia.
Bahkan, 2 peluang emas Dimas Drajad di awal babak pertama berhasil diamankan kiper Jabal Al Mukaber ini. Selain itu, sepakan keras Marselino Ferdinan pada menit 30 juga berhasil ditangkap Rami Hamadeh.
(Dimas Khaidar)