KARENA budaya Islam, Achraf Hakimi tolak bela Spanyol dan pilih perkuat Timnas Maroko. Achraf Hakimi, bintang Timnas Maroko sedang jadi perbincangan hangat terkait penampilannya di Piala Dunia 2022.
Bagaimana tidak, pemain Paris Saint-Germain (PSG) itu mampu membawa Maroko melaju ke semifinal Piala Dunia 2022. Torehan itu, jadi sejarah bagi Maroko.
Tim berjuluk Singa Atlas itu, jadi negara asal Afrika pertama, yang mampu menembus babak semifinal Piala Dunia. Capaian itu tentu sangat membuatnya bangga.
Terlebih dalam perjalanan menuju semifinal, Maroko mampu menumpas tiga wakil Eropa, yang digadang-gadang calon kuat juara Piala Dunia 2022. Ketiga itu Eropa itu adalah Belgia, Spanyol, dan Portugal.
Belgia jadi tim pertama yang dihajar Maroko di penyisihan fase grup. Ketika itu Singa Atlas menang dua gol tanpa balas kontra Belgia.
Selanjutnya, Spanyol, di babak 16 besar. La Furia Roja (julukan Spanyol) dibikin malu 0-3 di babak adu penalti oleh Achraf Hakimi dkk. Terbaru, Portugal, yang jadi mangsa keganasan Singa Atlas.
Cristiano Ronaldo dkk ditekuk 0-1 di babak perempatfinal. Skor tipis itu sudah membuat Maroko memastikan satu tiket semifinal Piala Dunia 2022.
Di balik hasil mengesankan itu, ada sentuhan magis dari Achraf Hakimi. Ya, pemain 24 tahun itu diketahui bermain dengan sepenuh hati demi Maroko.
Padahal, Achraf Hakimi lahir dan besar di Madrid, Spanyol pada 4 November 1998. Bahkan, Achraf Hakimi pernah bergabung bersama akademi Real Madrid saat berusia 8 tahun.
Bersama Real akademi Madrid, Achraf Hakimi menimba banyak ilmu dan pengalaman di dunia sepakbola. Dari situ kariernya berkembang dan melancong ke sejumlah negara, hingga menetap di Prancis bersama PSG.
Secara keturunan, ia memiliki darah Spanyol. Alih-alih membela Timnas Spanyol, Achraf Hakimi justru lebih memilih negara kelahiran orang tuanya di Maroko.
Selain faktor orang tua, ia punya alasan tersendiri mengapa memiliih Maroko ketimbang membela Spanyol. Faktor kebudayaan jadi alasan lain Achraf Hakimi nyaman bermain bersama Maroko.
“Ada momen di masa muda dulu. Ada permintaan kepada saya untuk membela Timnas Spanyol,” ucapnya dilansir dari Sporting News, Senin (12/12/2022).
"Saya memang berada di sana (Spanyol), tapi saya melihat bahwa itu bukan tempat yang tepat untuk saya. Saya bahkan tidak merasa betah di sana,” timpalnya.
"Saya merasa di sana bukan apa yang saya miliki di rumah, seperti budaya Arab dan menjadi orang Maroko. Saya betah di sini (Maroko),” ucapnya.
Keputusannya ternyata membawa berkah tersendiri bagi Achraf Hakimi bersama Maroko. Namun, perjalanan Achraf Hakimi belum usai.
Singa Atlas masih harus bersua Prancis di semifinal Piala Dunia 2022 pada Kamis 15 Desember 2022 mendatang. Jika menang, Maroko bakal dipastikan mentas di final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
(Hakiki Tertiari )