5 fakta unik Ponirin Meka, legenda kiper PSMS dan Timnas Indonesia akan dibahas di artikel ini. Kiprah Poniri Meka di dunia sepakbola Indonesia era 80-an patut ditiru oleh para pesepakbola Tanah Air saat ini.
Pada era 80-an menjadi masa keemasan bagi karier Ponirin Meka di dunia sepakbola. Bagaimana tidak, ia sukses mengangkat derajat PSMS medan dan ia juga bersinar bersama Timnas Indonesia
Ponirin Meka menghembuskan nafas terakhirnya di usianya ke 66 tahun pada April 2022. Sosok Ponirin Meka selalu dikenang banyak orang hingga akhir hayatnya. Penasaran terkait apa saja fakta unik soal Ponirin Meka?
Berikut 5 Fakta Unik Ponirin Meka Legenda Kiper PSMS dan Timnas Indonesia:
5. Memenangkan Dua Kali Kompetisi Perserikatan
Kompetisi perserikatan 1983, Ponirin Meka berhasil menghalau tendangan Adjat Sudrajat, Giantoro dan Wolter Sulu dari Persib Bandung saat itu. Dari pertandingan tersebut PSMS Medan menang 3-2.
Dua tahun, di edisi 1983, PSMS kembali menghadapi Persib Bandung. Ponirin pun menjadi masalah utama untuk Persib Bandung lagi dan PSMS kembali menang lewat tendangan penalti 2-1.
4. Mulai Bergabung Dengan Klub Senior
Karier pertama Ponirin Meka di dunia sepakbola dimulai saat berusia 20 tahun. Ia bergabung dengan PSSD yang saat itu merupakan klub amatiran bagian dari PSDS. Dari situ bakatnya mulai berkembang hingga kemudian berani memperkuat tim-tim senior.
3. Debut Pertamanya Bersama PSMS Berjalan Manis
Tak sia-sia PSMS mengangkat Ponirin menjadi anak asuhnya tahun 1982. Pada pertandingan perdananya di Fatahillah Cup 1982, Ponirin sukses menundukan Persija dan mengantarkan PSMS sampai puncak final.
2. Setelah Pensiun, Ponirin Memilih Beternak
Setelah meninggalkan karier sepakbolanya yang begitu gemilang, Ponirin Meka lebih memilih beternak dan merawat kebun. Dengan kemampuannya, Ponirin Meka belum pernah sama sekali menjadi pelatih. Hingga akhirnya ia berpulang ke Rahmatullah pada 10 April 2022.
1. Prestasi Membangggakan Bersama Timnas Indonesia
Melihat tangguhnya Ponirin Meka ketika memperkuat PSMS membuat Timnas Indonesia menggaet dirinya. Pada debutnya bersama Timnas Indonesia di 1984, Ponirin juga dilatih Yuswardi legenda PSMS saat itu.
Saat merumput bersama Timnas Indonesia, pria yang mendapat julukan “tangan emas” ini membawa Timnas meraih medali emas pertamanya pada SEA Games 1987.
Itulah 5 fakta unik Ponirin Meka legenda kiper PSMS dan Timnas Indonesia.
(Rivan Nasri Rachman)