41 Gol Bunuh Diri Tercipta di Liga Afrika Selatan, Dua Klub Langsung Dihukum Selamanya

Ilham Sigit Pratama, Jurnalis
Jum'at 10 Juni 2022 16:40 WIB
4 klub di sepakbola Afrika Selatan diketahui melakukan pengaturan skor brutal. (Foto: Reuters)
Share :

MOPANI - Empat klub dari divisi empat Liga Afrika Selatan dipastikan mendapatkan hukuman selama-lamanya usai melakukan pelanggaran berat lantaran terbukti melakukan pengaturan skor. Pengaturan skor yang dilakukan pun benar-benar brutal karena ada 41 gol bunuh diri yang tercipta.

Empat klub tersebut yakni, Matiyasi FC, Shivulani Dangerous Tigers, Kotoko Happy Boys dan Ntsamy Mighty Birds. Jika ditotal, empat klub tersebut mencetak 94 gol hanya dalam dua pertandingan!

Tigers dan Matiyasi berjuang memperebutkan satu tiket promosi ke divisi ketiga. Mereka menorehkan hasil pertandingan dengan skor yang tidak wajar.

Tigers menang dengan sko 33-1 atas Happy Boys. Sementara itu di laga lain, Matiyasi menang dengan skor 59-1.

Investigasi pun dilakukan atas dua hasil pertandingan tersebut. Hasilnya, keempat klub yang disebutkan dinyatakan bersalah dan dilarang bertanding di level kompetisi manapun selama-lamanya.

Presiden Wilayah Mopani, Vincent Ramphago menyebut bahwa skor gila tersebut merupakan buah dari perbuatan mafia pengaturan skor. Dijelaskan Ramphago, Matiyasi dan Mighty Birds saling main mata agar Tigers gagal promosi.

Lalu, Tigers yang mendengar bahwa Matiyasi unggul 22-0 atas Mighty Birds ingin melawan. Mata dibalas mata, Tigers kemudian juga ikut bekerja sama dengan Happy Boys agar bisa promosi.

“Penyelidikan kami menemukan bahwa Matiyasi dan Happy Birds ingin menghentikan Tigers promosi, Tigers saat itu unggul tiga poin dengan selisih 16 gol, mereka berada di puncak klasemen,” ujar Ramphago kepada BBC dikutip Goal International, Jumat (20/6/2022).

“Mereka kemudian sepakat untuk mengatur pertandingan untuk mencegah Tigers promosi. Setelah mendengar Matiyasi unggul 22-0 di babak pertama, Tigers bekerja sama dengan Happy Boys,” tambahnya.

Tigers menyuruh pemain Happy Boys untuk meninggalkan lapangan di awal babak kedua. Hanya menyisakan tujuh pemain Happy Boys di lapangan, pertandingan pun berlanjut dengan 11 pemain lawan tujuh pemain.

“Para pemain keluar dan mengatakan bahwa mereka lelah, meninggalkan tim hanya dengan tujuh pemain, wasit juga memberikan kartu merah sehingga tersisa tujuh pemain,” ujarnya,

Selain itu, wasit juga mencatat pencetak gol dengan asal-asalan. Wasit diduga malas mencatat pencetak gol bunuh diri yang sudah terlalu banyak.

“Kami menemukan wasit menulis pemain nomor 2 mencetak 10 gol, nomor punggung 5 mencetak 20 gol dan seterusnya, padahal ada 41 gol bunuh diri, bagaimana bisa?” katanya kesal.

“Mereka tidak menghormati sepak bola dan kami tidak membiarkan ini terjadi lagi, yang menyedihkan adalah para pemain muda juga ikut terlibat,” imbuhnya.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya