AS ROMA baru saja menelan kekalahan memalukan dari Bodo/Glimt di leg pertama perempatfinal Liga Konferensi Eropa 2021-2022. Serigala Ibu Kota itu takluk 2-1, ketika bertandang ke Stadion Aspmyra pada Jumat (8/4/2022) dini hari WIB.
Kapten AS Roma, Lorenzo Pellegrini tak terima dengan hasil memalukan itu. Ia mengatakan timnya mendapat serangan fisik dan psy war sebelum pertandingan. Pellegrini mengklaim bahwa pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen penyerangan fisik kepada staf pelatih kiper AS Roma. Ia pun kesal dengan insiden itu.
“Sesuatu yang benar-benar tidak menyenangkan baru saja terjadi,” tegas Pellegrini, dilansir dari Football Italia, Jumat (8/4/2022).
“Pelatih mereka baru saja menyerang pelatih kiper kami. Pertama dia mengatakan beberapa hal kepadanya, lalu menyerangnya secara fisik," lanjut Pellegrini.
Hal ini membuat Pellegrini merasa kecewa. Pasalnya, tidak seharusnya tindakan tersebut terjadi di dalam pertandingan.
“Sungguh menyedihkan, karena perilaku seperti ini merupakan penghinaan bagi Roma, kepada para pemain dan staf. Ini memalukan," ujar Pellegrini.
“Yang memalukan adalah mencapai perempat final di mana bola memantul dan Anda tidak tahu ke mana akan pergi," tambah Pellegrini.
Namun, ia menyatakan bahwa hal tersebut tidak akan menjadi alasan AS Roma terpuruk. Pellegrini dan kolega bertekad balas dendam dan ingin memenangkan pertandingan pada leg kedua nanti di Stadion Olimpico.
“Sejujurnya saya masih terguncang dengan apa yang baru saja saya lihat, itu benar-benar memalukan. Sekarang kami ingin memulangkan Bodo, juga karena apa yang terjadi di luar lapangan," tutup Pellegrini.
(Hakiki Tertiari )