JAKARTA - Wakil Presiden Federasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF), Ratu Tisha Destria, mengomentari soal pelanggaran protokol kesehatan (prokes) empat pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia di Piala AFF 2020. Mantan Sekjen PSSI itu menilai sosialisasi soal prokes harus dikencangkan lagi.
Sebagaimana diketahui, Piala AFF 2020 dilangsungkan dengan prokes yang sangat ketat. Sistem gelembung diterapkan di Singapura demi menjaga keamanan dan keselamatan setiap individu di Piala AFF 2020 dari virus corona.
Namun, jelang leg kedua final Piala AFF 2020, Indonesia tidak bisa diperkuat empat pemain karena melanggar prokes. Mereka adalah Elkan Bagott, Victor Igbonefo, Rizky Ridho, dan Rizky Dwi.
Ratu Tisha pun buka suara. Mantan Sekjen PSSI itu menyatakan AFF sudah mensosialisasikan aturan gelembung kepada seluruh negara peserta, tetapi pelanggaran tetap terjadi dan itu akan menjadi bahan evaluasi bagi mereka.
BACA JUGA: Ikuti Timnas Indonesia, Malaysia Kabarnya Akan Rekrut Juru Taktik Korea Selatan
“Kami sudah lakukan sosialisasi ke negara peserta, tapi ada banyak juga yang melakukan pelanggaran. Kita tidak bisa salahkan mereka juga,” kata Ratu Tisha di youtube What With Wesh, Minggu (16/1/2022).
“Mungkin sosialisasi kita yang harusnya kita kencengin lagi. Dann, kita seharusnya juga memastikan, bahwa apakah benar sosialisasi kita benar-benar sampai ke mereka?” sambungnya.
Lebih lanjut, Rati Tisha mengatakan, berharap pelanggaran tersebut tidak terjadi lagi di Piala AFF edisi berkutnya. Sebab, Piala AFF 2022 mungkin masih berlangsung di tengah pandemi Covid-19.
“Jadi, itu sih akan kami evaluasi lagi. Kami harus memastikan negara-negara anggota AFF, bahwa mereka mengerti dengan apa yang kami sudah sampaikan,” tutupnya.
(Andika Pratama)