Inggris Tak Berniat Longgarkan Aturan Karantina Jelang Piala Eropa 2020

Cikal Bintang, Jurnalis
Sabtu 05 Juni 2021 19:49 WIB
Logo Piala Eropa 2020 (Foto: uefa.com)
Share :

LONDON – Pemerintah Inggris nampaknya tidak memiliki mempunyai niatan untuk melonggarkan aturan karantina bagi penggemar sepakbola yang datang ke negaranya untuk menyaksikan Piala Eropa 2020. Namun, masalah ini masih akan dibicarakan langsung antara pemerintah Inggris dengan UEFA.

Menurut laporan The Independent, Direktur Turnamen yakni Martin Kallen, kepada kantor berita PA yang berbasis di Inggris, Jumat 4 Juni 2021, bahwa pembicaraan antara Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) dan Pemerintah masih berlangsung.

“Kami sedang berdialog dan kami berharap kami dapat mencapai sesuatu jika situasinya memungkinkan, bahwa sesuatu bisa saja berubah,” kata Kallen dikutip pada Sabtu (5/6/2021).

Hal ini menjadi pertimbangan UEFA karena Inggris menjadi negara yang mempunyai aturan terberat dibanding 10 negara tuan rumah yang lain. Negara lain hanya membutuhkan test PCR negatif selama 48 jam atau 72 jam, dan setelah itu memungkinkan untuk pergi ke mana saja.

Baca Juga: Piala Eropa 2020, 14 Ribu Suporter Diizinkan Masuk ke Allianz Arena

Sedangkan Inggris memiliki aturan karantina yang ketat. Sebab, tidak hanya hasil tes PCR negatif, Inggris mengharuskan pengunjung dari negara daftar kuning untuk dikarantina selama 10 hari pada saat kedatangan.

“Negara lain lebih fleksibel, mereka mengharapkan tes PCR negatif yaitu selama 72 jam atau 48 jam (sebelum kedatangan) dan mereka bisa bebas, terkecuali untuk negara yang masuk dalam daftar merah mereka,” lanjut Kallen.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, pernah menawarkan kepada UEFA bahwa Inggris mampu menjadi tuan rumah mandiri. Namun, Kallen tidak bisa menerima tawaran ini karena ada pembatasan dan karantina di Inggris Raya yang ketat sehingga bisa berpengaruh pada kehadiran penonton.

Baca Juga: Jesse Lingard Tak Dibawa Timnas Inggris untuk Piala Eropa 2020, Sven Goran Eriksson Kaget

“Pindah ke satu negara tuan rumah selalu menjadi agenda, tetapi hanya seperti teori saja,” tutup Kallen.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya