VISP – Eks Presiden FIFA, Sepp Blatter, menimbulkan kontroversi karena pernyataannya tentang Golden Ball Piala Dunia 2014 yang diraih pemain Tim Nasional (Timnas) Argentina, Lionel Messi. Menurut Blatter, La Pulga –julukan Lionel Messi– tidak layak meraih penghargaan tersebut.
Sebagaimana diketahui, Piala Dunia 2014 di Brasil merupakan pencapaian terbaik Lionel Messi bersama La Albiceleste –julukan Timnas Argentina. Bagaimana tidak, kapten Barcelona itu memimpin Timnas Argentina hingga partai puncak.
Lionel Messi menciptakan empat gol dan satu assist untuk Timnas Argentina. Akan tetapi, Lionel Messi sayangnya tidak mampu membawa La Albiceleste menjadi kampiun Piala Dunia 2014.
Timnas Argentina harus mengakui keunggulan Jerman yang menjadi lawan mereka di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, 13 Juli 2014. Lionel Messi dan kawan-kawan kalah 0-1 karena gol tunggal Mario Gotze pada menit ke-113.
BACA JUGA: Daftar Top Skor Liga Spanyol: Lionel Messi Belum Tergeser di Posisi Teratas
Jerman pun meraih trofi Piala Dunia keempat mereka. Sementara itu, Timnas Argentina hanya mendapatkan penghargaan hiburan, yaitu Lionel Messi dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2014 sehingga meraih Golden Ball.
BACA JUGA: Tak Ingin Kalah dari Istri Lionel Messi, Melissa Satta Tambah Koleksi Tato
Lionel Messi mengalahan pemain Jerman, Thomas Muller, dan penggawa Belanda, Arjen Robben, dalam perebutan Golden Ball. Akan tetapi, Blatter meyakini pemain lain lebih layak menerima Golden Ball tersebut ketimbang Lionel Messi.
Blatter menilai penampilan apik Lionel Messi pada awal turnamen membuat panitia memberikan penghargaan itu kepadanya. Padahal, menurutnya, penampilan Lionel Messi menurun pada babak gugur.
“Haruskah saya diplomatis atau mengatakan yang sebenarnya? Dengar, saya sendiri sedikit terkejut ketika melihat Lionel Messi tampil sebagai pemain terbaik turnamen," kata Blatter, mengutip dari Sportskeeda, Minggu (7/3/2021).
"Saya pikir keputusan itu tidak tepat. Saya terkejut saat menerima keputusan panitia,” ucap Blatter.
“Mereka mengatakan kepada saya, bahwa mereka hanya melihat 10 pemain yang ambil bagian di final. Jika Anda membandingkan awal turnamen dan mengapa akhirnya Argentina lolos ke final, itu menentukan dan saya pikir telah memengaruhi keputusan,” tuturnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)