FUZHOU – Ada sebuah pertandingan sangat aneh di China. Sebuah tim sepakbola putri dari Universitas Fuzhou di Provinsi Fujian diputuskan kalah dalam pertandingan tingkat provinsi. Musababnya karena rambut seorang pemainnya diangap kurang hitam oleh tim lawan.
Menyadur Global Times, Rabu (9/12/2020), tim sepakbola Universitas Fuzhou menghadapi tim dari Universitas Jimei dalam lanjutan pertandingan liga sepakbola putri perguruan tinggi di Fujian pada Sabtu 5 Desember 2020. Namun, sejumlah pemain kedua tim melanggar aturan karena mewarnai atau mengeriting rambut mereka.
Staf pelatih dari kedua tim dengan cepat segera membeli pewarna rambut dari salon rambut terdekat. Akhirnya kedua tim berhasil mengumpulkan pemain yang semuanya berambut hitam untuk berlaga.
Baca juga: Mara Gomez, Pesepakbola Transgender Pertama di Liga Argentina
Namun, salah satu pemain dari Universitas Fuzhou diperintahkan meninggalkan permainan. Pasalnya, tim Universitas Jimei melaporkan bahwa rambut pemain tersebut masih kurang hitam.
Wasit menerima keluhan tim Universitas Jimei. Pemimpin laga kemudian memutuskan memberikan kemenangan pada tim Universitas Jimei karena tim Universitas Fuzhou tidak memiliki cukup pemain untuk berlaga.
Seorang anggota staf dari departemen pendidikan jasmani Universitas Fuzhou membenarkan insiden tersebut. Dia mengatakan bahwa rambut semua pemain harus bewarna hitam.
"Salah satu aturan mengatur bahwa pewarna rambut tidak diperbolehkan di antara pemain. Dalam praktiknya, pewarnaan sederhana atau parsial dapat diterima, tetapi warna aneh tidak diperbolehkan," katanya kepada Dazhong News.
Banyak warganet atau netizen yang mempertanyakan aturan aneg tersebut. Banyak di antaranya mengatakan bahwa tidak masuk akal ada aturan yang mengatur hal-hal sepele seperti pewarnaan rambut.
"Bahkan jika pemain memiliki tato yang menutupi seluruh tubuh mereka, itu tidak mempengaruhi pertandingan sepakbola, apalagi rambut pemain,” komentar seorang netizen di Weibo, media sosial mirip Twitter di China.
“Mengapa kita membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak penting, daripada meningkatkan keterampilan pemain dan permainan?"
"Banyak atlet berprestasi memiliki kepribadian yang berbeda dalam hal gaya rambut, pakaian, atau gerakan. Itulah mengapa kami menjadi gila untuk olahraga dan pemenang," kata yang lain.
Namun, yang lainnya ada yang setuju dengan aturan tersebut. “Jika kamu cukup kompeten, maka tunjukkan kepribadianmu dengan bermain bagus, daripada pamer tato atau cat rambut,” kata seorang netizen.
(Ramdani Bur)