LIVERPOOL – Karier gemilang diukir winger Liverpool, Mohamed Salah, di dunia sepakbola. Bersama Liverpool, ia telah membantu tim meraih berbagai gelar juara di kompetisi bergengsi. Teranyar, Salah membantu Liverpool meraih gelar juara di Liga Inggris 2019-2020.
Tetapi ternyata, di balik kariernya yang gemilang tersebut, Salah nyatanya pernah punya keinginan untuk meninggalkan Liverpool. Hal itu tepatnya terjadi pada pengujung 2018.
Salah sempat mengancam untuk pergi meninggalkan Liverpool jika timnya jadi mendatangkan pemain asal Israel, Moanes Dabour. Ultimatum ini diutarakan winger asal Mesir itu karena diketahui tak memiliki hubungan yang baik dengan Dabour.
BACA JUGA: Starting XI Pemain Muslim yang Bermain di Klub Papan Atas Eropa
Salah disebut-sebut membenci Dabour. Seperti diwartakan Jerusalem Post, Senin (20/7/2020), kebencian Salah dengan Dabour sendiri dikabarkan muncul karena buntut ketegangan hubungan Mesir dengan Arab-Israel yang terjadi pada 2014.
Konflik tersebut dikabarkan memberi pengaruh besar terhadap Salah hingga akhirnya membenci sosok Dabour. Kebencian Salah dengan Dabour pun pernah ditunjukkan jauh sebelum adanya rumor rencana perekrutan Liverpool.
Tepatnya saat Salah masih bermain di FC Basel. Saat timnya dipertemukan dengan klub yang dibela Dabour, yakni Maccabi Tel Aviv, di kompetisi Eropa, Salah memilih untuk tidak berjabat tangan dengan pemain asal Israel tersebut.
Karena tak mau kehilangan Salah, Liverpool pun akhirnya mengurungkan niat untuk merekrut Dabour pada bursa transfer musim dingin 2019. Padahal kala itu, The Reds –julukan Liverpool– tengah mencari pemain yang bisa bertandem dengan Salah mengisi lini depan tim.
Sosok Dabour pun kala itu dinilai tepat karena aksi apiknya saat membela tim-tim papan atas lain. Pernah membela RB Salzburg hingga Sevilla, Dabour tercatat telah membukukan 156 gol dalam 327 laga.
Kedua pemain sendiri diketahui memeluk keyakinan yang sama. Seperti Salah, Dabour juga diketahui merupakan seorang Muslim. Ia juga kerap kali menunjukkan ketaatan terhadap agamanya saat tengah bertanding dengan berdoa sebelum memulai laga.
(Ramdani Bur)