DOHA – Panitia Penyelenggara Piala Dunia di Qatar melaporkan seorang pekerja konstruksi meninggal dunia karena virus corona. Pasien merupakan seorang insinyur berusia lima puluhan yang tidak memiliki riwayat kesehatan medis.
Mengutip AFP, Jumat (26/6/2020) dalam pernyataanya Panitia Penyelenggara Piala Dunia 2022 Qatar, mengungkapkan pasien meninggal pada 11 Juni 2020. Korban merupakan pekerja yang dipekerjakan oleh kontraktor Conspel.
"Seorang insinyur spesialis berusia 51 tahun yang dipekerjakan oleh kontraktor Conspel, meninggal secara tragis setelah terpapar COVID-19," isi pernyataan tersebut.
"Dia telah bekerja Oktober 2019 dan tidak memiliki masalah kesehatan. Kami mengirimkan belasungkawa kami yang terdalam kepada keluarga dan teman-temannya," lanjut pernyataan tersebut.
Education City Stadium is a tribute to the front-line workers who have kept us healthy and safe during these difficult times.
Thank you ð#Qatar2022 pic.twitter.com/NZyaC8MkdN— Road to 2022 (@roadto2022en) June 15, 2020
Dalam pernyataan itu panitia tidak menyebut kebangsaan pasien yang meninggal karena Covid-19 tersebut. Sebuah sumber yang dekat dengan penyelenggara turnamen mengatakan 1.102 pekerja proyek Piala Dunia terpapar Covid-19, dan 121 orang masih dirawat.
Qatar merupakan salah satu negara dengan tingkat infeksi per kapita tertinggi di dunia dengan 3,3 persen dari 2,75 juta penduduknya dinyatakan positif virus corona. Merujuk data Universitas Johns Hopkins, virus corona telah menjangkiti 91.838 orang dan menyebabkan 106 kematian.
(Ramdani Bur)