SEBAGAI Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un, dikabarkan cukup menggemari sepakbola. Bahkan, ada laporan yang mengatakan bahwa Kim Jong Un adalah seorang interisti alias penggemar berat Inter Milan.
Kabar Kim Jong Un mengidolakan Inter itu disampaikan langsung oleh politisi Italia, yakni Antonio Razzi pada 2018 silam. Ia mengatakan sewaktu Kim Jong Un mengemban ilmu di Kota Bern, Swiss, pemimpin Korut itu kerap pergi ke Stadion San Siro untuk menyaksikan pertandingan Inter dan juga AC Milan.
Baca Juga: Kim Jong-un Dilaporkan Meninggal, Kereta Diduga Miliknya Terlihat di Kota Liburan Korut
Dikatakan Razzi Kim Jong Un benar-benar menyukai sepakbola Italia, khususnya Inter. Tentu bagi Razzi yang merupakan penggemar Juventus mengetahui hal tersebut cukup kaget. Ia pun mengaku tak berani membahas sepakbola ketika berada di dekat Kim Jong Un karena takut dirinya bakal ditembak.
“Sebagai pemuda yang belajar di Bern, dia suka pergi ke Stadion San Siro untuk melihat laga Inter dan Milan. Dia benar-benar cukup menyukai sepakbola Italia dan mengapresiasi kemampuan permainan kami,” terang Razzi, dikutip dari Tuttosport, Minggu (26/4/2020).
“Dia (Kim Jong Un) mendukung Inter. Saya lebih mendukung Juventus. Kami tak pernah membahas (sepakbola) karena rivalitas tinggi antara kedua tim, jadi saya tak mau membuat sebuah pertentangan,” lanjutnya.
“Saya berpikir dalam hati, Anto jangan membahas Juventus dan Inter, atau dia bisa saja menembak Anda!,” imbuh Razzi.
Terlepas dari pernyataan Razzi itu, banyak media Inggris justru mengatakan Kim Jong Un adalah penggemar berat Manchester United. Hal itu tak terlepas dari permintaan Kim Jong Un yang sempat meminta adanya siaran pertandingan Man United di Korut.
Permintaan yang tak biasa itulah yang membuat banyak media di Inggris merasa Kim Jong Un adalah pendukung The Red Devils –julukan Man United. Jadi, tak ada yang mengetahui pasti apakah Kim Jong Un penggemar Inter atau Man United. Atau mungkin kedua?
Satu hal yang pasti, kini banyak kabar beredar Pemimpin Korut itu telah meninggal dunia. Namun, belum ada kepastian atau fakta yang menyatakan semua itu benar terjadi atau tidak.
(Ramdani Bur)