BRUNO Fernandes mungkin salah satu pemain terbaik yang dimiliki Tim Nasional (Timnas) Portugal saat ini. Kehebatannya sebagai seorang gelandang serang bisa dikatakan sebagai yang terbaik di negara tersebut.
Terbukti bersama Sporting Lisbon di Liga Portugal, Bruno sudah dua kali menjadi pemain terbaik (2018 dan 2019) di kompetisi tersebut. Karena kemampuannya itu juga kini Bruno tengah diincar beberapa tim papan atas Eropa seperti Manchester United, Manchester City, dan juga Atletico Madrid.
Bila melihat situasi saat ini, Bruno jelas seperti bak dinaungi keberuntungan karena mampu memiliki segalanya. Tiga trofi sudah berhasil diraih Bruno bersama Sporting dan kini ia diisukan telah membuat sejumlah tim papan atas Eropa tertarik kepadanya. Kehidupan sepakbolanya seperti berjalan dengan sangat baik.
Akan tetapi, pada kenyataan perjalanan karier sepakbola Bruno tak semulus seperti yang terlihat saat ini. Sebab untuk mencapai titik tersebut, Bruno harus melalui berbagai macam rintangan yang mungkin untuk orang lain tidak akan mudah untuk dilewati.
Seperti halnya pemain bernama lengkap Bruno Miguel Borges Fernandes itu harus rela putus sekolah di usia muda lantaran impiannya untuk menjadi pesepakbola. Kala itu Bruno memutuskan untuk berhenti dari dunia pendidikan ketika dirinya masih berada di kelas 11.
Bruno sendiri sebenarnya sudah mencoba menjalankan kehidupan pendidikan dan sepakbolanya secara bersamaan. Ia yang saat itu tergabung ke dalam akademi FC Infesta (2002-2003) dan Boavista FC (2004-2007) sudah berusaha untuk mempertahankan status pelajarnya. Namun, pada akhirnya Bruno membulatkan tekadnya untuk hanya fokus sebagai pesepakbola saja.
Keputusan Bruno untuk berhenti sekolah pun berjalan cukup baik, sebab ketika dirinya berusia 18 tahun ia mendapatkan peluang bermain di Italia untuk membela Novara Calcio di Serie B. Di Novara, Bruno tak butuh waktu yang cukup lama untuk masuk ke dalam skuad utama.
Akan tetapi, Bruno ternyata masih belum bisa beradaptasi dengan baik di Italia. Kendala bahasa membuatnya menjadi kangen Portugal dan hampir saja menyerah melanjutkan kariernya di Negera Menara Pisa itu. Beruntung, kekasih Bruno, yakni Ana Pinho, dan keluarganya terus mendukung dirinya. Bahkan Ana memutuskan untuk berhenti dari sekolah juga untuk bisa menemani Bruno di Italia.
Berkat dukungan Ana dan keluaranya, Bruno akhirnya bertahan. Ia pun memutuskan pindah ke Udinese Calcio pada musim 2013-2014 dan berhasil melakoni debutnya di Serie A pada 3 November 2013. Lalu setelah itu Bruno pindah lagi pada 2016-2017 karena dipinjamkan ke Sampdoria, hingga akhirnya dipermanenkan pada 2017-2018.
Menariknya, setelah Sampdoria mempermanenkan Bruno, mereka tak lama justru menjualnya ke Sporting Lisbon pada musim panas 2017. Ia menandatangani durasi kontrak selama lima musim di klub asal Portugal itu.
Keputusan Bruno untuk pulang ke kampung halaman memang berbuah manis. Sebab seperti yang dikatakan di atas, bersama Sporting, Bruno mencapai berbagai prestasi yang cukup membanggakan tentunya.
Kini Bruno masih berusaha membawa Sporting menjadi juara Liga Portugal 2019-2020. Meski kecil, peluang Sporting untuk meraih gelar juara kompetisi tersebut masih terbuka lebar. Sebab pada saat ini Sporting berada di posisi ketiga dengan raihan 26 poin dan tertinggal 13 angka dari Benfica yang berada di puncak klasemen.
Karena Liga Portugal 2019-2020 masih menyisakan 20 pertandingan lagi, maka jelas tekad Bruno untuk membawa Sporting juara di kompetisi tersebut masih terbuka lebar.
(Ramdani Bur)