JAKARTA – Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22 akan turun di SEA Games 2019 yang berlangsung di Manila, Filipina, pada 25 November hingga 10 Desember 2019. Skuad Garuda Muda –julukan Timnas Indonesia U-22– tergabung di Grup B bersama Thailand, Vietnam, Laos, Singapura dan Brunei Darussalam.
Meski tergabung di grup sulit, Timnas Indonesia U-22 memilki pengalaman untuk keluar dari lubang jarum. Bahkan bukan tak mungkin, Timnas Indonesia U-22 minimal bakal lolos ke partai final SEA Games 2019. Kok bisa?
Siklus di dua penyelenggaraan SEA Games terakhir (2015 dan 2017), dipercaya bakal membantu Timnas Indonesia U-22. Di SEA Games 2015 yang berlangsung di Singapura, Timnas Indonesia U-22 menembus semifinal setelah keluar sebagai runner-up Grup A, di bawah Myanmar.
BACA JUGA: Jadwal Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2019, Hadapi Thailand di Laga Perdana
Hanya saja, jalan mereka terhenti di semifinal setelah takluk 0-5 dari Thailand. Kemudian di perebutan medali perunggu kontra Vietnam, Evan Dimas dan kawan-kawan juga kalah 0-5. Alhasil, Timnas Indonesia U-22 racikan Aji Santoso gagal meraih medali.
Selanjutnya di SEA Games 2017 yang digelar di Malaysia, Timnas Indonesia U-22 memang kalah 0-1 dari Malaysia di semifinal. Hanya saja di perebutan medali perunggu kontra Myanmar, Indonesia menang 3-1 dan berhak menyabet medali tersebut.
(Evan Dimas saat bela Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2017)
Karena itu, setelah menduduki posisi 4 di 2015 dan 3 pada edisi 2017, Timnas Indonesia U-22 berpotensi mengakhiri SEA Games 2019 di posisi dua. Namun, finis di posisi dua bukanlah target Timnas Indonesia U-22. PSSI menargetkan pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, untuk meraih medali emas, sesuatu yang terakhir kali diraih Skuad Garuda pada 1991.
(Fetra Hariandja)