TAMMY Abraham merupakan salah satu pemain di skuad Tim Nasional (Timnas) Inggris. Akan tetapi, pada usia remaja, Inggris bukan satu-satunya tim nasional yang bisa ia bela. Meski lahir di London, Inggris, sebagai pemain keturunan, ia berhak untuk mewakili Nigeria melalui garis keturunan sang ayah.
Pada masa lalu, ia sempat diisukan untuk bergabung dengan Timnas Nigeria karena darah dari sang ayah. Bahkan ayah Abraham sendiri berteman dekat dengan Presiden Federasi Sepakbola Nigeria saat itu yakni Amaju Pinnick.
Tak ingin kecolongan, Pinnick pun membuat pengumuman bahwa Abraham telah mengalihkan kesetiaannya kepada Nigeria pada 21 September 2017. Akan tetapi pada hari yang sama, Abraham menyangkal klaim tersebut dan menegaskan akan tetap memperkuat Timnas Inggris.
Keputusan Abraham tersebut semakin meyakinkannya setelah menerima panggilan pertamanya di Timnas senior Inggris pada November 2017. Sejak saat itu, Abraham menyatakan tidak pernah ada keinginannya untuk membela Nigeria dan tetap setia bersama Inggris.
“Saya benar-benar siap untuk bermain bersama Inggris. Bermain di Liga Inggris juga berarti akan menyenangkan untuk bermain di Timnas Inggris. Sungguh tersanjung (Nigeria menginginkan saya), tetapi bagi saya fokus utama saya di sini,” ucapnya kala itu, seperti dilansir dari ESPN.
Abraham pun tak menyangkal jika Nigeria berusaha sangat kuat untuk membuat dirinya membela tim asal Afrika tersebut. Tetapi, ia telah menyatakan diri untuk memiliki fokus utama di Inggris dan keyakinan itu dirasakannya secara 100 persen.
Pemain Chelsea itu telah memperkuat Timnas Inggris sejak dari U-18 dan U-19. Ia mencetak gol pertamanya untuk Inggris pada Maret 2015 ketika Timnas U-18 mengalahkan Swiss dengan skor 6-1. Sejak saat itu, penampilan Abraham terus dipantau. Pada 29 September 2016, ia juga mendapat panggilan dari Timnas Inggris U-21 untuk pertama kalinya.
Setahun berikutnya, ia masuk dalam skuad Timnas senior Inggris. Pada akhirnya, Abraham resmi tak bisa lagi membela Nigeria karena penyerang 22 tahun itu turun selama tiga menit saat Inggris kalah 1-2 dari Republik Ceko di Kualifikasi Piala Eropa 2020 pada medio pekan lalu.
(Fetra Hariandja)