SETIAP klub memiliki caranya masing-masing untuk menghargai setiap legenda mereka. Mulai dari pemberian nama tribun atas pemain legenda tersebut, atau bahkan menjadi nama dari stadion kebanggaan klub itu.
Akan tetapi, cara Arsenal untuk menghargai salah satu pemain legendanya, yakni Thierry Henry adalah dengan membuatkan patung di luar Stadion Emirates. Bagi The Gunners –julukan Arsenal, pemain yang dibuatkan patung menandakan orang-orang itu sangatlah spesial.
(Patung Thierry Henry di depan Stadion Emirates)
Sebut saja seperti pendiri klub Arsenal, yakni Hebert Chapman serta kapten legendaris mereka, Tony Adams, sudah terlebih dahulu dibuatkan patungnya di area markas kebanggaan Meriam London tersebut. Jadi bukan sembarang orang yang dibuatkan patungnya oleh Arsenal.
Selama Henry membela Arsenal dari 1999 hingga 2007, ia memang memberikan kenangan yang luar biasa untuk Gooners –julukan pendukung Arsenal– dan tentu saja kepada pihak klub. Selama berkarier bersama Arsenal itu, Henry mampu mengoleksi 226 gol dan memberikan masing-masing dua gelar Liga Inggris dan Piala FA.
Karena jasanya yang sungguh luar biasa itu, maka wajar saja bila Arsenal ingin membalas Henry dengan membuatkannya patung di luar Stadion Emirates. Ia disandingkan dengan Chapman serta Adams yang terlebih dulu menjadi legenda bersama klub asal London Utara tersebut.
Henry yang mengetahui dirinya bakal dibuatkan patung oleh Arsenal pun awalnya sempat merasa terharu. Bahkan ketika patung itu diresmikan, tepatnya pada 10 Desember 2011 lalu, Henry tak kuasa menahan air matanya karena saking tersentuhnya ia atas perlakuan Arsenal kepadanya. Ia merasa terhormat karena sudah dihargai seperti itu.
Henry merasa tak menyangka bisa dibuatkan patung oleh Arsenal. Karena itu, Henry sempat mengatakan berterima kasih kepada pihak Arsenal dan juga para pendukunganya yang selalu men-supportnya di setiap momen.
Apalagi, gaya patung yang dibuatkan Arsenal itu memiliki kenangan yang indah untuk Henry. Jadi patung Henry yang dilapisi perunggu itu meniru gaya dirinya saat melakukan selebrasi gol ke gawang rival abadi Arsenal, Tottenham Hotspur, di musim 2002-2003. Patung itu dalam posisi berlutut tepat di depan Stadion Emirates untuk membuat momen indah itu terus dikenang oleh para penggemar Arsenal.
(Ramdani Bur)