BARCELONA – Legenda sepakbola Belanda dan Barcelona, Johan Cruyff telah berpulang dengan tenang di rumahnya, Kamis (24/3/2016). Cruyff memang sudah lama menderita penyakit kanker. Ia bahkan sempat beberapa kali mengalami masa kritis. Saat itu ia beruntung karena masih mendapat kesempatan untuk hidup.
Nampaknya pengaruh buruk dari kebiasaan merokok benar-benar menjadi penyebab penyakit yang ia derita. Meski sempat berhenti, namun hal tersebut tampaknya sudah terlambat. Mantan pemain Ajax tersebut meninggal ditemani oleh keluarganya di Barcelona.
“Pada 24 Maret 2016, Johan Cruyff meninggal di usia 68 tahun dengan tenang di Barcelona. Ia dikelilingi keluarganya setelah bertarung keras dengan kanker. Dengan rasa kesedihan, kami meminta anda untuk menghargai privasi keluarga,” tulis situs resmi Johan Cruyff, Kamis (24/3/2016).
Hendrik Johannes Cruyff mengawali kariernya di akademi Ajax Amsterdam pada 1957 sampai dengan 1963. Setelah tu ia berhasil merangkak ke tim senior pada 1964. Di tim senior, dirinya bermain selama 10 musim dan mencetak 190 gol.
Bersama dengan Ajax pada periode tersebut, Cruyff berhasil mempersembahkan enam gelar Eredivisie dan empat gelar KNVB Cup. Tak hanya itu, Cruyff juga berhasil membawa Ajax menjuarai tiga kali European Cup dan sekali UEFA Super Cup.
Setelah sukses bersama Ajax pada musim 1972-1973, Cruyff memutuskan untuk memulai kariernya di La Liga bersama Barcelona. Musim pertamanya berlangsung mulus karena ia langsung membawa Barcelona menjuarai La Liga musim 1973-1974. Namun masa baktinya di Barcelona tidak terlalu lama karena ia hanya menghabiskan lima musim.
Sebagai pemain, Johan Cruyff menjadi sosok yang mengambil peran cukup besar dalam terciptnya sepakbola modern. Ia menjadi pemain sepakbola yang cerdas di lapangan dan memiliki teknik yang baik dalam menguasai lapangan.
Kariernya bersama dengan Timnas Belanda memang tidak terlalu baik. Prestasi terbesarnya di ajang Piala Dunia hanya membawa Belanda mencapai final pada Piala Dunia 1974. Saat itu Belanda harus mengakui ketangguhan Jerman Barat.
Setelah pensiun dari dunia sepakbola, mantan pemain Feynord dan Levante tersebut mencoba menjadi pelatih. Ia mengawali kariernya bersama dengan Ajax dan kemudian melatih Barcelona selama delapan musim sejak 1988.
Sebagai pelatih, dirinya telah mengoleksi empat gelar La Liga, satu gelar Copa del Rey, satu gelar UEFA Super Cup, dan satu gelar UEFA Champions League. Sementara selama menjadi pemain, dirinya pernah mendapat gelar Ballon d’Or sebanyak tiga kali.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)