MADRID – Boleh saja tiga bomber Real Madrid yang dimainkan, baik starter maupun dari bench, mencetak masing-masing sebiji gol ke gawang Galatasaray dini hari tadi. Namun buat entrenador José Mourinho, performa pertahanan masih lebih membanggakan.
Los Blancos menyudahi perjamuan mereka atas Galatasaray pada leg pertama perempatfinal di Santiago Bernabéu, dengan keunggulan 3-0. Tapi jangan anggap dari skor mutlak itu, tim tamu tak memberi perlawanan hebat.
Jika bukan karena kokohnya Sergio Ramos Cs menata pertahanan di belakang, bukan tak mungkin Galatasaray sanggup mencetak setidaknya satu gol away ke gawang Diego López. Tentu jika hal itu terjadi, takkan bisa diterima The Only One.
“Saya rasa, kami bermain dengan serius. Pers Spanyol mungkin tak menghormati Galatasaray, tapi kami tidak begitu. Kami tahu mereka tak bagus dengan penyerang-penyerang fantastis. Mereka membuat ancaman di tiap serangannya,” ujar Mourinho kepada SkySports, Kamis (4/4/2013).
“Tetapi kami mempersiapkan diri dengan baik. Dari pandangan saya, pertahanan kami lebih baik ketimbang lini depan. Kami sering kehilangan bola di sepertiga bidang lapangan lawan, tapi kami bertahan dengan baik. Dari analisa keseluruhan, permainan kami berjalan sesuai yang diinginkan,” imbuhnya.
Setelah peluit panjang berbunyi tanda laga berakhir, Mou menyempatkan diri mendatangi kedua mantan anak asuhnya, Didier Drogba dan Wesley Sneijder. Kendati berseberangan kubu, Mourinho masih mengaku sayang pada keduanya.
“Saya bercengkrama singkat di akhri laga. Drogba dan Wesley, mereka keluarga saya. Mereka jadi lawan selama 90 menit, tetapi mereka tetap keluarga buat saya,” tuntas pelatih eksentrik tersebut.
(Randy Wirayudha)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.